Memasuki libur akhir pekan, masyarakat Jawa Timur menerima pembaruan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ancaman hujan lebat dan angin kencang berskala luas dipastikan telah mereda pada hari ini, Sabtu, 25 April 2026.

Meskipun demikian, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kilat atau badai petir yang masih mengintai di beberapa titik wilayah Jawa Timur.

Peringatan Dini Badai Petir di Tujuh Daerah

Berdasarkan rilis peringatan dini cuaca Jatim dari Stasiun Meteorologi Juanda yang dipublikasikan pada pukul 08.20 WIB, BMKG tidak lagi menempatkan satu pun kabupaten/kota di Jawa Timur dalam status bahaya curah hujan tinggi. Seluruh indikator peringatan hujan berstatus nihil, yang berarti tidak ada wilayah yang masuk kategori Waspada (hujan sedang-lebat), Siaga (hujan lebat-sangat lebat), maupun Awas (hujan sangat lebat-ekstrem).

Namun, peringatan dini hujan disertai petir secara spesifik difokuskan pada tujuh daerah. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Bangkalan, Gresik, Jember, Jombang, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Probolinggo.

BMKG menjelaskan bahwa pemetaan peringatan dini tingkat provinsi ini mengacu pada nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam cakupan satu kabupaten atau kota.

Bagi masyarakat yang memerlukan informasi prakiraan cuaca lebih detail, presisi, dan spesifik hingga tingkat kelurahan atau desa, BMKG menyarankan untuk mengakses situs resmi atau memantau media sosial resmi BMKG Juanda.