Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengumumkan pencabutan status siaga dan awas terkait potensi hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Meskipun demikian, lima kabupaten di Jatim masih berada dalam kategori waspada potensi hujan sedang hingga lebat, dengan empat di antaranya juga berpotensi disertai petir.

Peringatan dini terbaru yang dirilis pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 09.20 WIB, menunjukkan bahwa kondisi cuaca di Jawa Timur secara signifikan membaik setelah sempat dilanda cuaca ekstrem pada pekan sebelumnya. BMKG memastikan tidak ada satu pun kabupaten/kota di provinsi ini yang masuk dalam kategori Siaga (potensi hujan lebat-sangat lebat) maupun Awas (potensi hujan sangat lebat-ekstrem).

Selain itu, ancaman angin kencang di seluruh wilayah pesisir maupun daratan Jawa Timur juga resmi dinyatakan nihil. Ini menandakan meredanya potensi bahaya cuaca ekstrem yang sempat menjadi perhatian.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat di lima kabupaten berikut untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini:

  • Tuban
  • Magetan
  • Ngawi
  • Pacitan
  • Ponorogo

Khusus untuk empat kabupaten di antaranya, yaitu Magetan, Ngawi, Pacitan, dan Ponorogo, peringatan dini juga mencakup potensi hujan disertai petir. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.

BMKG Juanda menjelaskan bahwa peringatan dini cuaca ini menggunakan sistem berbasis piramida yang menunjukkan nilai akumulasi harian tertinggi di tingkat kabupaten/kota. Untuk informasi cuaca yang lebih rinci dan spesifik hingga level kelurahan atau desa, masyarakat dapat mengakses situs web atau media sosial resmi BMKG.