Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah mengajukan usulan 92 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Prioritas utama dalam usulan ini difokuskan pada pengisian kebutuhan tenaga di sektor kesehatan dan layanan kedaruratan, guna menunjang pelayanan publik di daerah tersebut.

Kebutuhan Mendesak Tenaga Fungsional

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KLU, Zulfahrudin, menjelaskan bahwa pengusulan formasi CPNS ini disesuaikan dengan kebutuhan riil daerah serta jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa pensiun. Menurutnya, pemerintah pusat memberikan batasan yang jelas kepada setiap daerah dalam mengajukan formasi.

“Formasi yang kita usulkan itu berdasarkan seluruh ketentuan peraturan yang ada. Secara umum, jumlah yang diusulkan mendekati jumlah pegawai yang pensiun,” ujar Zulfahrudin, Selasa (07/04/2026).

Zulfahrudin merinci, pada tahun 2026 mendatang, sekitar 95 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara akan berhenti bekerja. Angka ini mencakup pegawai yang pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri, hingga pensiun dini. Jumlah tersebut menjadi dasar utama bagi Pemkab KLU dalam menyusun usulan formasi.

“Di Lombok Utara ini yang pensiun pada 2026 sekitar 95 orang. Ada yang karena meninggal dunia, ada yang mengundurkan diri, dan ada juga yang pensiun dini. Jadi kisaran itu yang menjadi dasar kita dalam mengusulkan formasi,” jelasnya.

Meskipun demikian, Zulfahrudin menegaskan bahwa jumlah formasi yang diajukan daerah belum tentu akan disetujui sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Keputusan akhir mengenai jumlah dan jenis formasi tetap berada di tangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kementerian terkait.

“Kita mengusulkan sekitar 92 formasi, tetapi keputusan akhirnya nanti di BKN. Bisa saja jumlahnya berkurang atau berubah sesuai kebijakan pemerintah pusat,” katanya.

Prioritas Sektor Kesehatan dan Layanan Kedaruratan

Sebagian besar formasi yang diusulkan merupakan jabatan fungsional. Zulfahrudin menyebutkan bahwa kebutuhan akan tenaga teknis di berbagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) masih sangat tinggi.

“Formasi yang paling banyak kita butuhkan adalah formasi fungsional. Hampir di setiap UPTD membutuhkan tenaga fungsional,” ungkapnya.

Beberapa bidang yang menjadi fokus utama pengisian formasi adalah sektor kesehatan dan layanan kedaruratan. Di sektor kesehatan, Pemkab KLU masih sangat membutuhkan tenaga medis seperti dokter umum dan dokter spesialis. Selain itu, kebutuhan juga mencakup profesi teknis lainnya seperti petugas pemadam kebakaran.

“Di kesehatan kita masih membutuhkan dokter, terutama dokter spesialis dan dokter umum. Selain itu juga di bidang lain seperti pemadam kebakaran dan beberapa profesi teknis lainnya,” tambah Zulfahrudin.

Jadwal Seleksi dan Kebijakan Zero Growth

Terkait jadwal pembukaan seleksi CPNS 2026, Zulfahrudin menyatakan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum menerima informasi resmi dari pemerintah pusat. BKPSDM KLU baru diminta untuk menyampaikan usulan formasi sebelum batas waktu yang telah ditentukan, yakni 31 Maret.

“Kita belum mendapatkan informasi kapan pembukaannya. Yang diminta kemarin hanya batas waktu pengajuan formasi, terakhir pada 31 Maret. Setelah itu kemungkinan akan ada pembahasan di kementerian mengenai tahapan dan jadwalnya,” paparnya.

Zulfahrudin juga menyoroti kebijakan zero growth atau pertumbuhan nol dalam jumlah ASN sebagai salah satu pertimbangan penting dalam penyusunan formasi. Kebijakan ini berkaitan erat dengan upaya pengendalian belanja pegawai dan efisiensi anggaran pemerintah.

“Zero growth ini kemungkinan menjadi pertimbangan, terutama terkait belanja pegawai. Apalagi sekarang ada kebijakan efisiensi anggaran,” ujarnya.

Selain untuk menggantikan pegawai yang pensiun, usulan formasi ini juga bertujuan untuk mengisi beberapa posisi jabatan yang selama ini masih kosong dan belum tersedia dalam formasi sebelumnya.

“Selain mengganti yang pensiun, ada juga beberapa profesi yang sebelumnya belum ada dalam formasi dan sekarang kita usulkan untuk mengisi kekosongan tersebut,” tutup Zulfahrudin.