Seorang pria paruh baya tanpa identitas ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan setelah tertabrak kereta api di wilayah Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Senin (16/3/2026) sore. Jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak beraturan di pinggir rel.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.15 WIB. Didit, salah satu warga Desa Kepuhrejo, menjelaskan bahwa awalnya tidak ada yang menyadari kejadian tersebut hingga seorang warga yang rutin berjalan-jalan di pinggir rel menemukan potongan tubuh yang diduga korban tertabrak kereta.

“Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu ada warga yang melintas di jalur rel kereta api dan mendapati potongan tubuh yang diduga korban tertabrak kereta,” ujar Didit.

Didit menambahkan, tidak ada warga sekitar yang mengenali korban. Posisi rel kereta api yang berada di atas permukiman warga membuat kejadian ini luput dari pantauan langsung. Informasi yang beredar di masyarakat menduga korban bukan warga Desa Kepuhrejo karena tidak ada laporan kehilangan atau warga dengan ciri-ciri serupa.

“Warga tidak ada yang mengenali warga tersebut,” paparnya.

Identifikasi Awal dan Penyelidikan Polisi

Kapolsek Ngantru AKP Edi Santoso mengungkapkan, dari hasil identifikasi awal, korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Kondisi jasad korban saat ditemukan sangat parah.

“Saat ditemukan kondisi tubuh korban sudah hancur. Korban mengenakan baju loreng hitam putih dan celana panjang warna biru,” jelas AKP Edi Santoso.

Edi menambahkan, jenazah korban telah dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal RSUD dr. Iskak Tulungagung. Langkah ini diambil untuk proses identifikasi lebih lanjut guna mengungkap identitas korban.

Polisi saat ini masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pasti korban serta penyebab pasti insiden tragis ini.

“Karena identitas belum ditemukan, jenazah dibawa ke IKF untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut,” pungkasnya.