Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah (KPwBI Sulteng) menyiapkan dana sebesar Rp2,86 triliun dalam bentuk uang kartal untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Angka ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang diproyeksikan meningkat.
Kepala KPwBI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, menyatakan bahwa ketersediaan dana tersebut dinilai cukup untuk memenuhi proyeksi kebutuhan masyarakat yang mencapai Rp1,76 triliun. “Kami menilai ketersediaan ini cukup untuk memenuhi proyeksi kebutuhan masyarakat sebesar Rp1,76 triliun, meningkat 16 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Irfan di Palu, Rabu (25/2).
Rincian dana yang disiapkan terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) senilai Rp2,58 triliun, mencakup pecahan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Sementara itu, Uang Pecahan Kecil (UPK) senilai Rp277,6 miliar disiapkan untuk pecahan Rp20 ribu ke bawah.
Faktor Pendorong Kenaikan Kebutuhan Uang Tunai
Irfan menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, serta pekerja swasta.
Kedua, tradisi berbagi selama Ramadan, termasuk penyaluran bantuan sosial yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat rentan. Ketiga, aktivitas ekonomi yang meningkat akibat mobilitas masyarakat dan potensi penambahan masa libur panjang.
Program SERAMBI 2026 dan Langkah Strategis
Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan uang Rupiah, KPwBI Sulteng telah menyelenggarakan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. Program ini telah berlangsung sejak 18 Februari 2026 dengan mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.
Fokus utama program SERAMBI 2026 meliputi tiga hal:
- Menjaga ketersediaan uang Rupiah yang cukup, tepat waktu, dan layak edar.
- Menyediakan layanan penukaran uang yang menjangkau masyarakat luas melalui perbankan.
- Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, termasuk mengenali uang asli, merawat Rupiah, dan belanja bijak.
Dalam upaya meningkatkan layanan, KPwBI Sulteng juga menempuh beberapa langkah strategis, antara lain:
- Menambah 11 layanan kas keliling di Kota Palu dan Parigi Moutong.
- Menggelar layanan Peduli Mudik di Terminal Tipo pada 9 Maret 2026 dan Pelabuhan Donggala pada 12 Maret 2026.
- Memperkuat kerja sama dengan perbankan melalui 26 titik layanan penukaran Rupiah di berbagai wilayah seperti Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu. Sebanyak 22 bank terlibat dengan total 52 frekuensi layanan, lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya.
- Optimalisasi aplikasi PINTAR untuk memastikan proses penukaran berjalan tertib, merata, dan transparan.
Sepanjang pelaksanaan SERAMBI 2026 hingga akhir Februari, layanan ini diperkirakan dapat melayani sekitar 2.700 penukar. Irfan menambahkan, “Pendaftaran melalui PINTAR untuk periode 2–13 Maret 2026 dibuka mulai 27 Februari 2026 pukul 09.00 WITA. Pendaftaran dapat dilakukan melalui kantor bank terdaftar maupun layanan kas keliling Bank Indonesia.”
Imbauan kepada Masyarakat
KPwBI Sulteng mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa keaslian uang Rupiah dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Selain itu, masyarakat diminta berbelanja sesuai kebutuhan dan kemampuan, serta menukarkan uang melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan untuk menghindari biaya tambahan atau risiko uang palsu.
Terakhir, masyarakat juga diimbau untuk merawat Rupiah sebagai alat pembayaran sah dan simbol kedaulatan negara. “Dengan langkah ini, KPwBI Sulteng memastikan masyarakat dapat beribadah tenang dan tetap mendapatkan uang tunai yang cukup selama Ramadan dan Idul Fitri,” pungkas Irfan.
