Angin puting beliung menerjang wilayah Comal Baru, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Kamis (19/2/2026) sore. Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan pada sembilan lapak kios dan dua rumah warga, namun dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Kapolsek Comal, AKP Imam Santoso, menjelaskan bahwa angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.45 WIB. Pusaran angin kencang tersebut pertama kali terpantau di wilayah Kosongan, Kelurahan Purwoharjo.

“Angin bergerak dari arah Kosongan menuju ke timur. Pusaran angin kemudian melintasi kawasan permukiman dan pusat aktivitas warga hingga mengarah ke kawasan Grand Comal,” ujar Imam Santoso.

Akibat terpaan angin, sejumlah kios yang berada di sepanjang Jalan Raya Ampelgading mengalami kerusakan. Lokasi terdampak paling parah berada di sekitar pertigaan Grand Comal, yang merupakan pusat aktivitas perdagangan warga.

“Sekurangnya sembilan kios yang terdampak. Lebih dari dua kios mengalami kerusakan berat, sementara tujuh kios lainnya rusak ringan,” terang Imam Santoso.

Selain kios, angin puting beliung juga berdampak pada kawasan perumahan warga. Di Perumahan Grand Comal, tercatat ada dua rumah yang mengalami kerusakan pada bagian kanopi depan akibat terpaan angin kencang.

“Tapi tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Semua warga dilaporkan selamat, dan situasi pascakejadian terpantau aman serta kondusif,” jelas Imam Santoso.

Pihak kepolisian bersama aparat terkait langsung melakukan pendataan kerusakan serta memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan di lokasi kejadian. Warga juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait guna membantu penanganan dampak kerusakan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar segera melapor jika menemukan kondisi berbahaya di lingkungan sekitar,” jelas Imam Santoso.

Sementara itu, Solihin (37), seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas saat kejadian, mengaku sempat menghindar dan berlindung di sebuah ruko. “Angin berhembus sangat kencang menerbangkan apa saja yang dilalui. Kios-kios rusak dan warga terlihat panik dan sebagian lainnya berusaha menyelamatkan dagangannya,” ujar Solihin.