PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi mengumumkan delapan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil melaju ke babak final program Genera-Z Berbakti 2026. Inisiatif ini merupakan ajang call for proposal bagi kelompok mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat di desa binaan Bakti BCA, dengan fokus pada pengembangan pariwisata berbasis desa.

Lebih dari 260 proposal dari 98 perguruan tinggi telah masuk selama masa pendaftaran. Setelah melalui proses seleksi ketat, delapan tim terpilih kini akan beradu gagasan dan ide di hadapan tiga panelis untuk memperebutkan kesempatan mengimplementasikan program mereka di empat Desa Bakti BCA.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan apresiasinya. “BCA mengucapkan selamat kepada delapan tim yang lolos ke babak final Genera-Z Berbakti 2026,” ujarnya dalam keterangan resmi. Hera menambahkan, seluruh proposal yang diterima BCA memuat beragam ide inovatif serta menunjukkan besarnya semangat generasi muda untuk mengabdi dan menciptakan dampak nyata. “Kami berharap para finalis dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan proposal yang diusung di hadapan panelis,” kata Hera.

Desa Wisata Kreatif Terong, Kepulauan Bangka Belitung

Dua tim akan berkompetisi di desa ini. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung mengusung proposal DESA HIDUP: Smart Eco-Tourism untuk Transformasi Desa Wisata Berkelanjutan Berbasis Lingkungan dan Digital. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada melalui proposal Optimalisasi Potensi Lokal Desa melalui Sustainable Tourism dan Inovasi Berbasis Green-Blue Economy untuk Meningkatkan Kesejahteraan.

Desa Wisata Situs Gunung Padang, Jawa Barat

Finalis dari Universitas Padjadjaran akan mempresentasikan Program MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari): Integrasi Circular Economy dan Eco-Sanitation Berbasis Pemberdayaan Pemuda. Adapun IPB University hadir dengan proposal Sabilulungan LESTARI (Kelola Sampah, Toga, dan Agroforestri).

Desa Wisata Patakbanteng, Jawa Tengah

Universitas Airlangga mengusung proposal Amerta Pertiwi: Menenun Keberlanjutan melalui Sirkularitas Teknologi Lingkungan dan Pemberdayaan Kesehatan Berbasis Srikandi yang Terdigitalisasi. Sedangkan Universitas Cenderawasih menawarkan Transformasi Desa Sehat, Lestari, dan Berdaya melalui Integrasi Inovasi Kesehatan, Pengelolaan Lingkungan, dan Kemandirian Pangan Berbasis Teknologi.

Desa Wisata Kakaskasen Dua, Sulawesi Utara

Universitas Indonesia maju dengan proposal KATALIS: Kakaskasen Dua Transformation for Agriculture, Wellness Tourism, and Local Innovation Sustainability. Sementara BINUS University mengusung Mapalu: Minahasan Action for Preserving Arts, Local Upskilling, and Sustainability.

Para finalis akan mempresentasikan gagasan serta soliditas tim di hadapan tiga panelis terkemuka:

  • Duta Bakti BCA Nicholas Saputra, yang dikenal menaruh perhatian pada isu lingkungan, sosial, dan budaya melalui berbagai inisiatif.
  • Entertainer & Sociopreneur Cinta Laura, yang aktif dalam isu pemberdayaan perempuan serta pengembangan generasi muda.
  • Ilmuwan dan wirausaha sosial Tri Mumpuni, yang dijuluki “Wanita Listrik” berkat kiprahnya menghadirkan listrik di puluhan desa terpencil melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro.

“Semoga Genera-Z Berbakti 2026 dapat menjadi wadah mahasiswa bertukar gagasan dan semakin bersemangat membuat kontribusi untuk lingkungan sekitar,” tutup Hera.

Setelah fase pendaftaran dan seleksi, program Genera-Z Berbakti 2026 akan memasuki tahap penjurian finalis pada 16–17 Mei 2026. Selanjutnya, akan dilakukan pengumuman pemenang, bootcamp, serta pelepasan pemenang ke lokasi kegiatan. Fase implementasi program di lapangan dijadwalkan berlangsung pada 8 Juli hingga 6 Agustus 2026, dengan kewajiban bagi seluruh pemenang untuk mempresentasikan laporan akhirnya setelah program selesai.