PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna atas gangguan perjalanan kereta wisata. Gangguan ini terjadi akibat bencana banjir yang melanda jalur Pantura Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan sejumlah layanan kereta api terdampak.

Curah hujan tinggi memicu luapan air yang berdampak langsung pada prasarana jalur kereta api. Kondisi ini secara signifikan memengaruhi kelancaran perjalanan kereta wisata, baik untuk layanan individu (free independent traveler/FIT) maupun carter.

Keselamatan Pelanggan Jadi Prioritas

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kondisi ini. Pihaknya berupaya maksimal untuk memastikan operasional yang aman.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan kereta wisata akibat kondisi cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi. Keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama, sehingga sejumlah perjalanan harus dilakukan penyesuaian demi memastikan operasional yang aman,” ujar Raden Agus Dwinanto Budiadji pada Rabu, 21 Januari 2026.

Meski menghadapi tantangan alam, KAI bersama KAI Wisata terus melakukan upaya pemulihan di lapangan. Tim prasarana KAI secara intensif menormalisasi jalur, termasuk penguatan konstruksi, penambahan balas, dan pengangkatan rel. Langkah ini bertujuan agar jalur kembali aman dilalui dan layanan dapat pulih secara bertahap.

Dampak pada Layanan Kereta Wisata

Gangguan banjir ini menyebabkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta wisata, baik pola carter maupun FIT. Berikut rincian layanan yang terdampak:

  • Kereta Wisata Pola Carter yang Dibatalkan:
    • Kereta Wisata Tipe Sumatra
  • Kereta Wisata Pola FIT yang Terdampak Pembatalan:
    • KA 130PC Papandayan Panoramic relasi Gambir – Garut
    • KA 129PC Papandayan Panoramic relasi Garut – Gambir
    • KA 138P Parahyangan Priority relasi Gambir – Bandung
    • KA 137P Parahyangan Priority relasi Bandung – Gambir
    • KA 134PC Parahyangan Panoramic relasi Gambir – Bandung

Selain pembatalan, beberapa perjalanan kereta juga mengalami keterlambatan:

  • KA 32P Pandalungan relasi Gambir – Jember
  • KA 31P Pandalungan relasi Jember – Gambir

Puluhan Penumpang Terdampak

Data menunjukkan, sebanyak 82 penumpang pola FIT tercatat mengalami pembatalan perjalanan. Rincian penumpang yang terdampak adalah sebagai berikut:

  • KA 129PC Papandayan relasi Garut – Gambir: 16 penumpang
  • KA 130PC Papandayan relasi Gambir – Garut: 36 penumpang
  • KA 137P Parahyangan relasi Bandung – Gambir: 5 penumpang
  • KA 138P Parahyangan relasi Gambir – Bandung: 3 penumpang
  • KA 31P Pandalungan relasi Jember – Gambir: 3 penumpang
  • KA 32P Pandalungan relasi Gambir – Jember: 19 penumpang

Komunikasi dan Apresiasi

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomunikasi aktif dengan pelanggan yang terdampak. KAI Wisata juga memberikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku.

“KAI Wisata terus berkoordinasi dengan KAI dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pemulihan layanan berjalan cepat dan aman. Kami juga telah menginformasikan secara proaktif kepada pelanggan serta memfasilitasi proses pembatalan dan pengembalian dana sesuai ketentuan,” jelas Otnial.

KAI Wisata turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan tim prasarana di lapangan yang bekerja tanpa lelah di tengah cuaca ekstrem. Apresiasi juga diberikan kepada pelanggan setia atas kesabaran dan pengertian mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia KAI Wisata atas kesabaran dan pengertiannya. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh tim prasarana dan petugas operasional yang terus bekerja keras memulihkan jalur,” pungkas Otnial.

KAI Wisata berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, meningkatkan keandalan layanan, serta memastikan perjalanan kereta wisata kembali berjalan normal secepat mungkin.