Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DI Yogyakarta (BBPJN Jateng-DIY) telah merampungkan pemetaan intensif terhadap titik-titik rawan macet dan bencana menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat perkiraan 17,7 juta pemudik akan memasuki wilayah Jawa Tengah.

Kepala BBPJN Jateng-DIY, Moch Iqbal Tamher, memastikan tingkat kemantapan jalan nasional di Jawa Tengah saat ini mencapai 93,47%. Meskipun demikian, ia mengingatkan pemudik untuk tetap mewaspadai puluhan titik yang telah diidentifikasi sebagai area berisiko.

Puluhan Titik Rawan Macet dan Bencana di Jawa Tengah

“Terdapat 46 titik rawan macet dan 23 titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik Lebaran tahun ini,” ujar Iqbal Tamher.

Titik Rawan Kemacetan (46 Lokasi)

Penyebab utama kemacetan di 46 titik ini didominasi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Aktivitas pasar tumpah di sepanjang jalan nasional.
  • Perlintasan sebidang kereta api.
  • Simpang padat kendaraan dan akses keluar-masuk (exit) jalan tol.

Titik Rawan Bencana Banjir dan Rob (14 Lokasi)

Beberapa lokasi yang berisiko terendam banjir akibat hujan deras maupun rob meliputi:

  • Jalan Kaligawe, Semarang.
  • Sayung (Perbatasan Semarang-Demak).
  • Jalan Walisongo dan ruas Pantura Kendal.
  • Pemuda Brebes dan Prupuk (Batas Tegal/Banyumas).
  • Palur-Sragen.

Titik Rawan Longsor (9 Lokasi)

Wilayah perbukitan dengan kontur tanah labil yang rawan longsor meliputi:

  • Ruas Batas Jawa Barat–Karangpucung–Wangon.
  • Ajibarang/Wangon dan Patikraja-Rawalo.
  • Banjarnegara-Wonosobo.

Sebagai langkah mitigasi, BBPJN telah menyiagakan personel dan alat berat di titik-titik rawan bencana tersebut untuk antisipasi cepat saat terjadi gangguan arus mudik.

Diskon Tarif Tol dan Ruas Fungsional untuk Kelancaran Arus Mudik

Selain pemetaan titik rawan, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan strategis untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengumumkan diskon tarif tol sebesar 30%.

“Sesuai kesepakatan dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), diskon tarif tol tahun ini naik menjadi 30%, dari sebelumnya 20%. Pemberlakuan dimulai sejak H-9 Lebaran,” ungkap Dody di sela kunjungan kerja di Pantura. Kebijakan ini diharapkan dapat memotivasi pemudik untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kemacetan parah pada puncak arus mudik.

Kementerian PU melalui BPJT juga menjadwalkan pembukaan 10 ruas jalan tol fungsional. Beberapa ruas yang akan dioperasikan secara fungsional adalah:

Nama Ruas Tol FungsionalSeksi Tol
Tol Solo–YogyakartaPrambanan – Purwomartani
Tol Yogyakarta–BawenAmbarawa – Bawen
Tol Probolinggo–BanyuwangiSeksi 1 – 3
Tol Palembang–BetungSeksi 1 – 4

“Pengoperasian jalur fungsional ini adalah langkah konkret untuk memecah arus di titik-titik kemacetan lama agar perjalanan masyarakat lebih lancar dan nyaman,” pungkas Dody.

sumber gambar: gesit.id