Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebelas nelayan dari kapal penangkap ikan KM Elnas III yang mengalami mati mesin di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah, Rabu (18/3).
Kepala Kantor SAR Palu, Muh Rizal, menyatakan bahwa seluruh nelayan berhasil diselamatkan setelah sempat terombang-ambing di lautan. “Belasan nelayan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di lautan,” ujar Rizal di Palu, Rabu.
Insiden ini bermula pada Senin (16/3), ketika nahkoda KM Elnas III melaporkan kerusakan gearbox dan mati mesin. Diperkirakan, posisi kapal saat itu berada di sekitar wilayah Desa Lalanga dan Desa Mamaka, saat sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Setelah menerima laporan, pihak pemilik kapal dan pemerintah setempat sempat melakukan pencarian mandiri. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga pemilik kapal kemudian melaporkan peristiwa ini ke Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk memohon bantuan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas mengerahkan personel Pos SAR Parigi di Kabupaten Parigi Moutong dan Unit Siaga SAR Ampana di Touna. “Menindaklanjuti laporan, pada Rabu (18/3) kami mengerahkan personel Pos SAR Parigi di Kabupaten Parigi Moutong dan Unit Siaga SAR Ampana di Touna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” jelas Rizal.
Pada Rabu (18/3) sekitar pukul 14.35 Wita, saat operasi pencarian berlangsung, tim SAR menerima informasi dari kapal nelayan lain mengenai keberadaan KM Elnas III pada koordinat 0°39’32.34″S – 121° 8’56.65″E. “Atas penemuan itu para korban dan kapal tersebut dievakuasi ke Desa Sandada, Kecamatan Tojo,” tambah Rizal.
Setelah seluruh korban ditemukan dan dievakuasi, operasi pencarian resmi ditutup. Para nelayan yang selamat telah dikembalikan kepada keluarga masing-masing. “Semua korban adalah laki-laki,” kata Rizal.
Daftar Nelayan yang Dievakuasi
- Rahman (44)
- Ardi (30)
- Yan (45)
- Edi (34)
- Yayat (27)
- Ayat (35)
- Man (54)
- Alfait (18)
- Leksi (40)
- Ilam (30)
- Iwan (35)
Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi tim rescue Pos SAR Parigi, personel Unit Siaga SAR Ampana, Polair, pihak pemilik kapal, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Tim menggunakan satu unit rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dan tiga kapal nelayan, dilengkapi dengan alat SAR air, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi.
“Kami menggunakan satu unit rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dan tiga kapal nelayan. Selain itu kami juga membawa peralatan penunjang yakni alat SAR air, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi. Kami bersyukur semua korban dalam keadaan selamat. Kami juga berterima kasih kepada potensi SAR lainnya yang secara sukarela ikut terlibat membatu operasi ini,” pungkas Rizal.
