Satu remaja putri meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka setelah tertemper kereta api barang di jalur rel Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Jumat (1/5/2026). Ketiga korban dilaporkan sedang asyik mengobrol di area terlarang tersebut saat insiden tragis terjadi.

Korban meninggal dunia di lokasi kejadian diidentifikasi sebagai TS (15), warga Kecamatan Tonjong, Brebes. Sementara itu, dua korban luka adalah KM (18) dari Jakarta Utara dan MAS (16) dari Kabupaten Cilacap. Seluruh korban segera dievakuasi ke RSUD Bumiayu untuk penanganan lebih lanjut.

Peristiwa nahas ini melibatkan Kereta Api (KA) 302 bermuatan parcel dengan lokomotif CC 2017804 yang melaju dari arah barat menuju timur. Insiden terjadi di jalur timur Km 313+5, Dukuh Talok, Desa Dukuhturi, Bumiayu.

Menurut informasi awal dari lokasi, terdapat lima remaja putri yang beraktivitas di sekitar jalur rel sebelum kejadian. Namun, saat kereta melintas, tiga di antaranya tidak sempat menyelamatkan diri dan tertemper rangkaian kereta. Dua rekan mereka yang lain dilaporkan selamat tanpa luka.

Masinis KA 302 segera melaporkan insiden tersebut ke Stasiun Bumiayu, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Bumiayu, dibantu Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan personel Koramil, langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi.

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardiansyah, melalui Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto, membenarkan musibah tersebut. Pihaknya menyayangkan masih adanya aktivitas warga di area terlarang seperti jalur kereta api.

AKP Edi Mardiyanto memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar selalu menghindari aktivitas apa pun di sepanjang jalur rel kereta api demi keselamatan nyawa. “Jangan pernah menjadikan area rel sebagai tempat bermain, berfoto (selfie), atau sekadar nongkrong. Jalur kereta api adalah area tertutup untuk umum karena sangat berbahaya,” tegas AKP Edi Mardiyanto.