Ratusan rumah di 10 desa wilayah Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terendam banjir pada Jumat (3/4/2026) petang. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras memicu meluapnya sungai hingga menggenangi permukiman warga. Meskipun demikian, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengonfirmasi dampak banjir tersebut. “Banjir terjadi di 10 desa di Kecamatan Sirenja,” kata Asbudianto dalam keterangan tertulisnya di Palu.
Dampak dan Penanganan Banjir
Asbudianto menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama meluapnya sungai. Sejumlah desa terdampak cukup parah, dengan rincian sebagai berikut:
- Desa Balentuma: 177 unit rumah terendam.
- Desa Tompe: sekitar 150 rumah terendam.
- Desa Dampal: 30 rumah terdampak.
- Desa Tanjung Padang: sekitar 40 unit rumah terendam.
- Desa Lompio: 60 rumah terdampak.
- Desa Tondo: sekitar 30 rumah terendam.
- Desa Lende Tovea: sekitar 35 rumah warga terendam, serta fasilitas umum seperti SDN 3 Lende Tovea dan kantor desa setempat.
Sementara itu, beberapa desa lainnya seperti Desa Jono Oge, Desa Lende, dan Desa Sipi masih dalam tahap pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah yang terdampak. Jumlah warga yang mengungsi juga masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya rumah warga yang terdampak,” tegas Asbudianto.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala telah turun langsung ke lokasi. Mereka melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa di wilayah terdampak guna mempercepat penanganan.
Langkah awal yang dilakukan meliputi pendataan kerusakan, pemantauan kondisi warga, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat. Aparat setempat juga dilibatkan dalam upaya penanganan dan pengamanan wilayah terdampak.
Dalam penanganan lanjutan, BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pengerahan alat berat untuk membantu pembersihan material pascabanjir serta normalisasi sungai guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan mulai membaik. Hujan telah berhenti dan genangan air di sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut. Meskipun demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. BPBD juga terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat desa untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh dampak bencana dapat ditangani secara menyeluruh.
