PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan resmi mendeklarasikan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Malili. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari ancaman narkotika bagi generasi muda di 37 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Luwu Timur.
Deklarasi yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026, ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memerangi peredaran narkotika. Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk melindungi pelajar dari penyalahgunaan zat terlarang yang semakin serius.
Sulawesi Selatan Peringkat Keempat Kasus Narkoba Nasional
Kolaborasi ini menjadi krusial mengingat data Badan Narkotika Nasional (BNN) periode 2023-2025 yang menempatkan Sulawesi Selatan pada posisi keempat provinsi dengan tingkat penyalahgunaan dan kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Program Sekolah Bersinar mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan dan pelopor gerakan hidup sehat tanpa narkoba.
Inisiatif ini telah berjalan sejak tahun lalu, diawali dengan proses seleksi duta pelajar anti-narkoba dan penilaian sejumlah sekolah di Luwu Timur. Dari sekitar 100 peserta seleksi, terpilih Putra dan Putri Duta Pelajar Anti Narkoba. Selain itu, lima sekolah juga mendapatkan apresiasi sebagai Sekolah Bersinar, yaitu SMAN 1 Lutim, SMAN 3 Lutim, SMAN 6 Lutim, SMAN 10 Lutim, dan SMAN YPS Sorowako.
Senior Coordinator PPM Health PT Vale Indonesia, Baso Haris, menegaskan bahwa PT Vale hadir sebagai mitra dalam membangun ketahanan sosial masyarakat. Dengan posisi Sulawesi Selatan yang berada di peringkat lima nasional dalam peredaran narkoba, sinergi ini dirancang untuk memastikan lingkungan sekolah menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang anak, sekaligus memberikan ketenangan bagi para orang tua.
“Bagi kami, investasi terbaik untuk masa depan bangsa terletak pada upaya kolaboratif dalam perlindungan generasi muda. Melalui program Sekolah Bersinar ini, kami berkomitmen untuk hadir bersama-sama pemerintah memastikan anak-anak di Luwu Timur tumbuh di lingkungan yang aman dan sehat. Kami ingin setiap orang tua merasa tenang karena sekolah telah menjadi benteng pertahanan yang kuat dari ancaman narkotika.”
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, yang turut hadir pada seremoni deklarasi tersebut, menekankan pentingnya keberanian siswa untuk menolak dan melaporkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah. Deklarasi ini, yang terintegrasi dengan program nasional ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak), menjadi fondasi awal untuk membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai bahaya narkotika.
Baso Haris menambahkan, “Komitmen kami tidak berhenti pada hari deklarasi ini saja, namun berlanjut pada penguatan kapasitas satgas di sekolah agar mereka mampu menjadi pendamping dan teman sebaya yang edukatif bagi siswa lainnya.”
Kepala BNNP Sulawesi Selatan, Agung Prabowo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang berkolaborasi dalam menjaga generasi muda Kabupaten Luwu Timur agar bersih dari narkoba.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal pergerakan bersama. Kita bukan sedang memerangi manusianya, tetapi kita sedang memerangi kejahatannya, sembari terus memulihkan korbannya, mendidik generasi penerusnya, dan menumbuhkan harapan yang baru,” ungkap Agung.
Melalui pemberdayaan berkelanjutan, gerakan Sekolah Bersinar diharapkan tidak hanya menjadi slogan, melainkan budaya kolektif yang menjaga integritas dan kesehatan generasi penerus bangsa.
