Anggota Komisi IX DPR RI, Arzeti Bilbina, bergerak cepat mensosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Serba Guna Bumdes Kepuh Jaya, Sidoarjo, pada Minggu (26/4). Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan besar masalah gizi kronis atau stunting yang masih menghantui masa depan Indonesia.

Langkah tersebut diambil Arzeti untuk memastikan setiap anak di Jawa Timur, khususnya Sidoarjo, mendapatkan asupan nutrisi yang layak. Tujuannya agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas.

Pemerintah Harus Hadir Jamin Kesehatan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Arzeti Bilbina menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban untuk hadir secara nyata dalam menjamin kualitas kesehatan warganya, terutama bagi kelompok yang paling rentan. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik bukan sekadar tentang pertumbuhan fisik anak, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) bangsa.

“Persoalan stunting ini menyangkut masa depan kita semua. Lewat program MBG dan pengawasan dari Badan Gizi Nasional, pemerintah berupaya memastikan anak-anak Indonesia mengonsumsi nutrisi berkualitas setiap hari,” kata Arzeti di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Ia menjelaskan bahwa inisiatif MBG tidak hanya berhenti pada pemberian makanan secara cuma-cuma. Lebih jauh, program ini menitikberatkan pada terciptanya keseimbangan asupan nutrisi bagi ibu dan anak sebagai prioritas utama.

Sinergi Tokoh Lokal dan Dampak Ekonomi

Arzeti juga mengajak para tokoh lokal untuk ikut mengawal agar distribusi bantuan dari pusat ini bisa tepat sasaran dan memberikan dampak nyata di lapangan. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami merancang program ini agar benar-benar menjawab kebutuhan warga. Sinergi dengan tokoh-tokoh di daerah akan membuat penyerapan program lebih maksimal,” imbuhnya.

Selain manfaat kesehatan, Program Makan Bergizi Gratis ini diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, para petani dan pelaku UMKM di daerah memiliki kesempatan untuk ikut berperan dalam rantai pasok kebutuhan gizi masyarakat, menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal.

Agenda sosialisasi ini turut menghadirkan Tenaga Ahli Direktorat Kerja Sama dan Kemitraan Badan Gizi Nasional, Imam Bachtiar Farianto, serta pakar gizi Rina Yuniati. Melalui edukasi yang intensif, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pola makan seimbang guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.