Aktris Anya Geraldine tidak mampu menahan air matanya saat mengenang kepergian sahabatnya, penyanyi Vidi Aldiano. Ia membagikan sebuah cerita menyentuh mengenai kejadian tak terduga yang dialaminya di dalam pesawat, sesaat sebelum kabar duka itu sampai kepadanya.
Di pemakaman Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026), Anya mengungkapkan rasa dukanya yang mendalam. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keikhlasan. Anya meyakini sang sahabat kini telah beristirahat dengan tenang di tempat yang lebih baik.
“Kalau dari aku secara pribadi, secara khusus, buat Vidi, juga buat keluarga, bisa ikhlas dan tabah juga. Masih nggak bisa banyak berkata-kata sih ya aku ya. Tapi aku yakin Vidi sekarang sudah berada di tempat yang lebih baik, yang lebih menenangkan, yang lebih bahagia. Maaf ya nangis lagi,” tutur Anya Geraldine dengan suara bergetar.
Anya menceritakan, kabar duka tersebut pertama kali disampaikan oleh sahabatnya, Aero. Informasi menyedihkan itu ia terima sesaat setelah mendarat dari perjalanannya di Singapura. Rupanya, sebuah firasat atau kejadian tak biasa telah dialami Anya ketika ia masih berada di ketinggian ribuan kaki.
“Ada sahabat aku namanya Aero, dia yang kasih tahu aku sekitar sore. Kebetulan kemarin itu aku pas banget baru landing dari Singapura. Aku baru tahu pas aku sudah on the way pulang dari bandara. Dan ternyata beliau itu setahuku meninggal di saat sore sekitar jam 16 sekian, 16.30-an lebih. Dan di saat itu aku masih di pesawat,” cerita Anya.
Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba saja Anya merasa sangat emosional dan mulai meneteskan air mata di dalam pesawat. Ia bahkan sempat merekam pemandangan awan yang terasa begitu damai.
“Aku nggak tahu kenapa di pesawat kemarin tiba-tiba air mata netes, terus aku lihat awan tiba-tiba rasanya peaceful sekali, terus aku videoin awannya itu. Dan ternyata pas nggak lama landing, dapat kabar dari teman kalau Vidi meninggal di jam sekian. Dan pas aku lihat camera roll di handphone-nya, di galeri, ‘Ya ampun, ini jam di mana aku pas ada netes-netes air mata, ada awan sekali’,” ungkap Anya Geraldine secara detail.
Momen haru tersebut terasa semakin nyata ketika Anya menyadari adanya kecocokan waktu antara video awan yang ia rekam dengan jam berpulangnya Vidi Aldiano. Ia merasa kedamaian yang ia lihat di langit merupakan pertanda bagi kepergian sang sahabat.
Kejadian ini membuat Anya merasa memiliki keterikatan batin yang kuat dengan momen terakhir almarhum. Ia pun mencoba mengikhlaskan kepergian Vidi meskipun rasa sedih masih sangat menyelimuti hatinya.
Anya juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat yang turut memberikan simpati dan doa. Ia merasa kesedihan ini adalah duka bersama bagi semua orang yang mencintai sosok Vidi Aldiano.
“Makasih ya teman-teman semua yang sedih atas kepergian Vidi, aku dan kita semua juga sama. Tapi aku yakin Vidi pasti sudah lebih bahagia. Makasih ya,” pungkas Anya Geraldine mengakhiri pembicaraan.
