Semarak Kontes Lele Lamongan (Kolela) kini mulai menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Berbagai pertanyaan mengenai teknis penyelenggaraan lomba pun kian banyak bermunculan, menandakan tingginya antusiasme publik terhadap acara perdana ini.

Kolela digagas sebagai sebuah ajang promosi dan pengenalan potensi lokal Kabupaten Lamongan, khususnya ikan lele, melalui hiburan masyarakat. Inisiatif ini bermula dari sejumlah jurnalis senior dan berhasil diwujudkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan melalui kolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari agenda “Ramadan Megilan” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Resmi dibuka pada Rabu (4/3/2026), Ramadan Megilan akan menampilkan serangkaian acara menarik.

Rangkaian kegiatan Ramadan Megilan dimulai dengan Ramadan Fashion Parade selama tiga hari. Selanjutnya, pada hari keempat, tepatnya Sabtu (7/3/2026), akan diisi dengan festival patrol. Puncak dari seluruh kegiatan ini, sekaligus penutup Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Lamongan, akan dimeriahkan oleh Kolela pada Minggu (8/3/2026).

Selain memperlombakan berat ikan lele, Kolela juga akan diisi dengan festival menyet lele. Hasil olahan lele ini nantinya dapat dinikmati bersama sebagai santapan saat waktu berbuka puasa tiba, menambah semarak suasana Ramadan.

Antusiasme Tinggi dan Hadiah Menarik

Ketua PWI Lamongan, Kadam Mustoko, menegaskan bahwa Kolela akan menjadi puncak perayaan Hari Pers Nasional 2026 di Lamongan. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada sore hari, menjelang waktu berbuka puasa.

“Even perdana, Kolela mampu menyedot antusias masyarakat luas, bukan hanya yang ingin berpartisipasi menjadi peserta melainkan juga yang penasaran ingin menonton,” ujar Kadam pada Rabu (4/3/2026).

Kadam menambahkan, para peserta lomba akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 5 juta. Lebih lanjut, ikan lele pemenang pertama akan dilelang secara terbuka, menunjukkan komitmen panitia terhadap transparansi dan tujuan mulia.

“Lele pemenang akan dilelang, dan hasilnya akan disalurkan melalui kegiatan bakti sosial mengingat masih dalam bulan suci ramadan,” jelas Kadam, menunjukkan bahwa acara ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat.

Syarat dan Ketentuan Kontes Lele Lamongan

Bagi masyarakat yang tertarik untuk berpartisipasi dalam Kontes Lele Lamongan, berikut adalah syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan:

  • Peserta Umum, Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Satu peserta hanya diperbolehkan membawa 1 ekor lele.
  • Lele yang diikutsertakan harus dalam kondisi hidup.
  • Setiap peserta wajib membawa peralatan untuk penampungan lele.
  • Panitia akan menentukan 3 pemenang kategori berat. Apabila ditemukan hasil timbangan yang sama antar peserta, penentuan pemenang akan dilakukan berdasarkan pengukuran panjang dari mulut hingga ujung ekor.
  • Hadiah yang akan diberikan berupa uang tunai, piagam, dan trofi.
  • Untuk juara 1 (lele terberat), timbangan menjadi kewenangan panitia untuk dilelang. Hasil lelang sepenuhnya diperuntukkan bagi kegiatan Bakti Sosial.
  • Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
sumber gambar: jatimnow.com