Kota Tasikmalaya mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Februari 2026. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 75 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, menyatakan tren kasus DBD pada awal 2026 memang menunjukkan penurunan. Namun, ia mengingatkan potensi penyebaran penyakit ini masih tetap ada, terutama saat musim hujan.

Kesadaran Masyarakat dan Pencegahan

Asep Hendra mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai bergerak dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan di daerah Kota Tasikmalaya sudah mulai bergerak melakukan berbagai langkah guna menekan munculnya jentik nyamuk. Karena, langkah yang dilakukan warga harus terus melakukan kegiatan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), fogging, menguras bak air, menutup dan mengubur (3M),” kata Asep, Rabu (25/2/2026).

Menurut Asep, intensitas hujan yang tinggi pada awal tahun berpotensi meningkatkan perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, keterlibatan petugas kesehatan, puskesmas, serta unsur RT, RW, PKK, kelurahan, dan kecamatan sangat diperlukan untuk menggerakkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

“Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya masih melakukan edukasi kepada masyarakat agar kasus DBD dapat ditekan dan jangan sampai ada korban jiwa. Karena, di awal bulan Januari dan Februari dipengaruhi intensitas hujan tinggi kemungkinan jentik nyamuk tumbuh dewasa dan 30 pasien positif semuanya ditangani di puskesmas,” ujarnya.

Ia menambahkan, meskipun terjadi penurunan kasus berdasarkan laporan puskesmas dan rumah sakit, upaya pencegahan tetap diperkuat melalui gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Dinas kesehatan tidak bekerja sendiri dalam pemberantasan sarang nyamuk, tapi masyarakat harus peduli pada lingkungan guna menekan kasus agar jentik nyamuk tidak tumbuh dewasa. Kami mengimbau agar setiap sekolah, kantor, pesantren bisa menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ditemukan jentik nyamuk tumbuh dewasa,” pungkas Asep.