Artis Angela Tee secara terbuka membagikan pandangannya mengenai fenomena operasi plastik yang marak di kalangan selebritas. Ia menepis anggapan negatif sebagian masyarakat, menyebut prosedur kecantikan tersebut sebagai hal yang sangat manusiawi dan bentuk “self love”.

Mantan personel 7icons ini menegaskan bahwa tindakan medis estetika bukan berarti menentang kodrat atau mengubah apa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta secara sembarangan. “Bukannya kita merubah ciptaan Tuhan, itu point of view aku. Tapi kita memperbaiki, mempercantik titipan Tuhan,” tegas Angela Tee dalam tayangan Rumpi.

Angela juga memberikan batasan tegas mengenai kapan operasi plastik dianggap sebagai bentuk rasa tidak bersyukur. Menurutnya, kesalahan terjadi jika seseorang terobsesi ingin meniru wajah idola tertentu atau justru sengaja merusak penampilan aslinya.

“Tapi kalau oplas untuk mempercantik diri, untuk orang-orang sekeliling kita, untuk self love kita, itu menurut aku sangat wajar,” tuturnya secara blak-blakan.

Menepis Anggapan Kecanduan Operasi Plastik

Terkait anggapan masyarakat bahwa operasi plastik bisa menyebabkan kecanduan, Angela memberikan jawaban yang cukup rasional dan logis. Ia menjelaskan bahwa keinginan untuk melakukan prosedur tambahan biasanya muncul demi mencapai keserasian fitur wajah secara menyeluruh.

Ia mencontohkan bahwa ketika satu bagian wajah sudah diperbaiki, bagian lain terkadang terlihat tidak seimbang sehingga membutuhkan penyesuaian lebih lanjut. “Sebenarnya dia nggak ketagihan. Cuman gini, contohnya aku nih, oh hidungnya udah mancung nih tapi matanya akhirnya ketinggalan, nggak proporsional terlalu sipit,” jelasnya.

Transformasi Demi Keutuhan Rumah Tangga

Keputusan Angela Tee melakukan operasi plastik di Thailand belum lama ini ternyata merupakan langkah besar demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Perjuangan tersebut ia lakukan saat hubungannya dengan sang suami dikabarkan sedang berada di ambang perpisahan yang serius.

Transformasi parasnya terbukti memberikan dampak yang sangat positif karena sikap suaminya kini berubah menjadi jauh lebih hangat dan perhatian. Keberhasilan ini membuat Angela merasa usahanya membenahi penampilan membuahkan hasil yang sepadan bagi kebahagiaan batinnya.

Rangkaian prosedur medis yang ia jalani di luar negeri meliputi penarikan benang, transfer lemak pada area dahi, hingga operasi pembentukan hidung baru. Rangkaian tindakan ini dilakukan secara teliti untuk menciptakan tampilan wajah yang lebih segar, muda, dan proporsional.

Meski tidak merinci angka secara gamblang, total biaya yang digelontorkan untuk transformasi ini ditaksir mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Investasi besar tersebut dipandangnya sebagai bentuk nyata dari pengabdian terhadap diri sendiri serta komitmen menjaga keharmonisan pernikahan.