Idul Fitri, momen sakral bagi umat Muslim, menjadi ajang melepas rindu yang tak terkecuali bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIb Blitar. Pihak Lapas menyediakan waktu khusus selama empat hari bagi keluarga untuk dapat bertemu dengan para WBP.
Suasana haru menyelimuti Aula Lapas Kelas IIb Blitar pada Senin, 23 Maret 2026, saat momen pertemuan itu tiba. Keluarga dan WBP saling berpelukan erat, mengobrol, dan menyantap hidangan bersama, seolah memupuk rindu yang terpendam. Namun, kebersamaan itu hanya berlangsung singkat, karena mereka hanya diberikan waktu 15 menit untuk menciptakan momen berharga tersebut.
Kisah serupa dirasakan oleh Siti Komariah, yang datang membesuk anak laki-lakinya di balik jeruji besi. Dengan mata berkaca-kaca, ia tak kuasa menahan tangis haru saat bertemu sang buah hati. Ini adalah kali kedua Siti merayakan Idul Fitri bersama anaknya di lapas.
“Saya senang sekali bertemu anak saya, terharu dan tak bisa mengungkakan. Kali ini saya berkunjung lebih luas tempatnya, berbeda dengan tahun lalu, sehingga bisa leluasa mengobrol dengan anak,” ujar Siti Komariah, Senin (23/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Siti membawakan kue cake, nasi, dan soto daging, hidangan favorit anaknya yang juga menjadi pengobat rindu. Mata Siti terlihat merah dan sembab, mencerminkan emosi yang meluap selama pertemuan. Ia berharap dapat segera menantikan momen kebersamaan dengan anaknya di rumah, dan berharap sang anak bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah keluar dari lapas.
“Saya harap anak saya bisa lebih baik lagi dan terhindar dari hal-hal negative lagi, agar tiak terjerumus di penjara,” pungkasnya penuh harap.
