Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) melibatkan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) untuk memperkuat pengamanan kawasan pelabuhan. Langkah ini diambil guna memastikan kelancaran dan keamanan pergerakan masyarakat selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, seperti disampaikan di Mataram pada Selasa (17/3/2026).
Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, menjelaskan bahwa pelibatan Ditpolairud merupakan bagian integral dari pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026. “Operasi yang menyasar pada pengamanan arus mudik dan libur lebaran ini, Polda NTB turut melibatkan personel polairud guna mengamankan pelabuhan-pelabuhan di NTB,” ujar Kombes Kholid.
Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol. Boyke F. S. Samola, menambahkan bahwa Ditpolairud Polda NTB tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) 7 Banops. Satgas ini bertugas memberikan dukungan operasional dalam pengamanan jalur transportasi laut selama periode krusial arus mudik lebaran.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah pelabuhan strategis di wilayah NTB, meliputi Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Gili Mas, Pelabuhan Barang Lembar, Pelabuhan Kayangan, Pelabuhan Poto Tano, Pelabuhan Badas, Pelabuhan Calabai, Pelabuhan Bima, serta Pelabuhan Sape. Selain itu, pengamanan juga mencakup berbagai pelabuhan rakyat yang tersebar di wilayah pesisir.
Menurut Kombes Pol Boyke, kegiatan pengamanan ini didukung penuh oleh personel Ditpolairud Polda NTB dengan pengerahan kapal polisi, serta sinergi bersama personel Satpolairud dari Polres jajaran Polda NTB. Kehadiran aparat di pelabuhan diharapkan dapat menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan menjamin kelancaran aktivitas penyeberangan masyarakat.
“Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026 ini, kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut, serta memastikan seluruh aktivitas di pelabuhan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar,” tegas Kombes Pol Boyke.
Selain tugas pengamanan, personel juga aktif melaksanakan pemantauan situasi, berkoordinasi erat dengan instansi terkait, serta memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan. Hal ini bertujuan untuk memastikan setiap perjalanan laut mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan.
