Jawa Tengah bersiap menyambut gelombang pemudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mulai memasuki wilayah tersebut dalam dua hari ke depan, terhitung Senin, 09 Maret 2026. Berbagai persiapan matang telah dilakukan, baik untuk jalur darat maupun laut, guna memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan.
Persiapan Arus Mudik Jalur Laut di Tanjung Emas
Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, peningkatan jumlah penumpang kapal dari berbagai daerah di Kalimantan mulai terlihat. Meskipun belum mencapai lonjakan signifikan, ribuan penumpang yang turun sebagian di antaranya merupakan pemudik dini.
General Manajer Pelindo Multi Terminal Semarang, S Joko, memastikan seluruh sarana dan prasarana di Pelabuhan Tanjung Emas telah siap menyambut kedatangan pemudik. “Kita siapkan posko yang memadai dengan fasilitas ruang tunggu, toilet yang bersih, serta selasar pedagang UMKM yang rapi,” ujarnya.
Antisipasi terhadap kondisi cuaca ekstrem, termasuk air laut pasang (rob) dan hujan lebat yang kerap melanda Pelabuhan Tanjung Emas, juga telah disiapkan. Hal ini sejalan dengan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Joko mengungkapkan, “Kita persiapkan langkah antisipasi banjir merendam Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk kelancaran arus mudik dan balik lebaran.” Untuk itu, sekitar 50 hingga 60 pompa air akan dioperasikan guna memastikan area pelabuhan tetap aman dari genangan. Selain itu, sekitar 20 petugas dan belasan petugas tambahan di ruang tunggu internasional terminal penumpang juga telah disiagakan untuk memberikan kenyamanan.
Kesiapan Jalur Darat dan Pembatasan Angkutan Barang
Sementara itu, di ruas Jalan Tol Trans Jawa Jakarta-Semarang-Solo, volume kendaraan masih menunjukkan rata-rata harian dan diperkirakan akan mulai bertambah signifikan pada H-10 Lebaran. Berbeda dengan jalan tol, lalu lintas di Jalan Nasional Pantura justru terpantau lebih padat dengan peningkatan kendaraan angkutan barang.
Handoko (50), seorang pengemudi angkutan barang kelontong di Gringsing, Batang, menjelaskan fenomena ini. “Jumlah kendaraan angkutan barang meningkat dalam sepekan terakhir, karena kesempatan untuk mengisi stok barang di gudang sebelum larangan melintas pada H-7 mendatang,” katanya.
Senada, Achmadi (45), sopir truk barang yang membawa jajanan anak-anak tujuan Sumatera, juga mengungkapkan bahwa sejak pekan lalu, seluruh armada angkutan barang di perusahaannya telah keluar. Hal ini dilakukan untuk mengejar target pemenuhan gudang sebelum larangan angkutan barang melintas diberlakukan, baik di jalan nasional maupun tol.
Kepala Bagian Binops Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, AKBP Aidil Fitri Syah, membenarkan adanya pembatasan operasional angkutan barang. Pembatasan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
“Mulai: Jumat (23/2) pukul 12.00 WIB hingga Minggu (29/3) pukul 24.00 WIB, kendaraan angkutan barang dilarang melintas kecuali angkutan sembako, BBM maupun barang vital lainnya,” tegas Aidil Fitri Syah.
Untuk mengantisipasi lonjakan dan kemacetan arus lalu lintas di ruas Jalan Tol Trans Jawa, seluruh gerbang tol Kalikangkung, Kota Semarang, akan dibuka penuh mulai Rabu, 11 Maret 2026. Komisaris PT Jasa Marga Maintenance Road Toll, Nasarudin, memastikan bahwa seluruh perawatan dan perbaikan jalan juga ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran berlangsung. “H-10 seluruh gerbang tol Kalikangkung akan dibuka semua dan pekerjaan ditargetkan selesai sebelum mulai berlangsung arus mudik lebaran,” jelasnya.
Meskipun berharap tidak terjadi bencana selama arus mudik Lebaran, kesiapsiagaan penuh selama 24 jam tetap dilakukan. Hal ini memastikan bahwa setiap genangan air dapat segera ditangani agar tidak mengganggu kelancaran arus mudik dan balik melalui pelabuhan maupun jalan tol.
