Seorang santri yatim penghafal Al-Quran berinisial Y (15) di Padang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum aparat. Kasus ini viral di media sosial setelah advokat Muhammad memberikan bantuan hukum dan mengonfrontasi terduga pelaku.

Advokat Muhammad, yang bertindak sebagai kuasa hukum Y dan keluarganya, secara langsung menghubungi terduga pelaku, Raden Mas Bayu Purnomo, melalui panggilan telepon yang videonya diunggah di media sosial Instagram. Dalam percakapan tersebut, Muhammad mendesak Bayu untuk mengakui perbuatannya.

“Saya advokat muhammad, kuasa hukum Y dan keluarganya di Padang. Saya dapat pengakuan dari Y sebagai korban bahwa dia mendapatkan pencabulan dari ente (kamu) lebih dari 10 kali,” ujar Mohammad tegas, dikutip pada Minggu, 15 Februari 2026.

Awalnya, Bayu sempat mengelak tuduhan tersebut, berdalih bahwa ia hanya menyayangi Y seperti anaknya sendiri. “Saya pernah peluk dan cium dia karena menganggap anak, pak,” jawab Bayu.

Namun, advokat Muhammad kemudian memaparkan detail perlakuan Bayu berdasarkan kesaksian Y, termasuk bukti percakapan. “Gini pak Bayu, saya mendapatkan pengakuan dan bukti chat bahwasanya mendapat sod*mi selama lebih dari 10 kali oleh Anda, ketika ke mall, di mobil sejak November. Antum itu punya penyakit, kalau antum mau selesaikan secara kekeluargaan jujur ngomong apa adanya. Tapi kalau antum nggak jujur 15 tahun penjara proses hukum,” gertak Mohammad.

Setelah didesak, Bayu akhirnya mengakui sebagian perbuatannya. “Saya akui saya sayang sama anak ini. Cuma kalau sampai sod*mi tidak. Kalau cium mulut, keningnya, peluk memang iya,” ujar Bayu.

Advokat Muhammad lantas mengungkap tindakan lebih lanjut yang dilakukan oknum aparat tersebut, termasuk memasukkan alat kelamin korban ke mulutnya. Menanggapi hal ini, Bayu akhirnya mengakui seluruh perbuatannya.

“Betul, kalau itu. Saya akui. Saya suruh dia masukin alat kelamin ke bagian belakang saya. Saya khilaf, pak. Saya salah, cuma semua fasilitas saya berikan buat dia kayak handphone. Saya betul-betul sayang sama dia, pak,” aku Bayu.

Di akhir percakapan telepon, Bayu, yang diketahui merupakan anggota komponen cadangan (komcad) dari angkatan laut, Kolinlamil, Jakarta Utara, dan sedang dalam proses desersi, menyampaikan permintaan maaf. “Saya punya keluarga, masa depan anak saya pak. Saya minta maaf, pak,” pungkasnya.