Perum Bulog Cabang Bima menyerap sebanyak 7.124 kilogram Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Kelurahan Jatiwangi, Kota Bima. Aksi serap gabah yang dilakukan pada Minggu (29/3/2026) ini bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Kepala Perum Bulog Cabang Bima, Alfan Ghazali, menjelaskan bahwa kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) ini berlangsung di Kelompok Tani Lacici, Kecamatan Asakota. Gabah tersebut dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025.
“Sergap bertujuan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP),” ujar Alfan Ghazali, menegaskan komitmen Bulog dalam melindungi kesejahteraan petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, menyoroti pentingnya program Sergap sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah. Menurutnya, intervensi Bulog menjadi solusi konkret saat panen raya, di mana lonjakan produksi sering kali menyebabkan harga gabah di pasaran menurun drastis.
Hasyim menambahkan, program Sergap tidak hanya menjaga keseimbangan harga dan memberikan perlindungan pendapatan bagi petani, tetapi juga berperan vital dalam menjaga ketersediaan stok pangan nasional. Gabah yang diserap akan diolah menjadi beras dan disimpan sebagai cadangan pemerintah untuk berbagai kebutuhan, seperti bantuan pangan, operasi pasar, hingga penanganan kondisi darurat.
Kepastian pembelian oleh Bulog dengan harga yang layak ini diharapkan mampu memberikan jaminan pasar bagi petani. Hal ini secara langsung dapat meningkatkan semangat produksi dan memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Sergap ini, pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam melindungi petani serta menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika sektor pertanian.
