Identitas mertua Dwi Sasetyaningtyas, alumnus Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang videonya viral, kini menjadi sorotan publik. Penelusuran warganet mengungkap bahwa mertua Dwi Sasetyaningtyas adalah Syukur Iwantoro, seorang birokrat senior yang pernah menjabat posisi strategis di Kementerian Pertanian (Kementan) dan tercatat pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kontroversi seputar Dwi Sasetyaningtyas, yang sebelumnya menyampaikan permintaan maaf terbuka atas pernyataan “cukup saya saja yang WNI”, kembali memanas setelah latar belakang keluarga suaminya terkuak. Informasi ini muncul setelah seorang warganet melakukan investigasi mandiri dan menemukan kejanggalan pada narasi “hidup susah” yang sempat disampaikan oleh Tyas.
Warganet Ungkap Identitas Mertua Dwi Sasetyaningtyas
Melalui utas di media sosial pada Kamis, 19 Februari 2026, akun @birkindust_di menulis, “Mba Sasetyaningtyas bilang dia dan suami itu hidup susah dulu.” Penelusuran lebih lanjut oleh akun tersebut kemudian mengungkap identitas ayah mertua Dwi Sasetyaningtyas.
“Gue nemu kalo ternyata mertua alias bokap suaminya itu pejabat tinggi kementerian ya?” lanjut akun tersebut, menambahkan sindiran, “Mana langganan (dipanggil) KPK lagi,” sembari menyertakan tangkapan layar berita terkait keterlibatan Syukur Iwantoro dalam perkara hukum.
Jejak Karier Syukur Iwantoro di Kementan
Syukur Iwantoro, pria kelahiran Situbondo, 30 Mei 1959, merupakan alumnus Sarjana Peternakan Fakultas Peternakan IPB. Ia memulai kariernya sebagai staf di Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementan setelah sebelumnya bekerja di perusahaan swasta nasional bidang pembibitan peternakan.
Kariernya terus menanjak, menduduki berbagai posisi penting di Kementan:
- Kepala Sub-bagian Kebijakan Subsidi dan Harga di Biro Perencanaan
- Kepala Bagian Program Badan Agribisnis
- Direktur Pengembangan Mutu Hasil Pertanian
- Kepala Pusat Standardisasi dan Akreditasi Pertanian
- Kepala Badan Karantina Pertanian
- Staf Ahli Menteri Pertanian
Puncak kariernya adalah saat menjabat Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan dari tahun 2011 hingga 2015, sebelum kemudian dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian. Selain gelar sarjana dari IPB, Syukur Iwantoro juga meraih gelar S2 di kampus yang sama jurusan Perencanaan Wilayah dan Perdesaan, serta gelar MBA Agribisnis dari Inggris pada tahun 1994.
Pernah Terseret Kasus Hukum KPK
Meski memiliki rekam jejak karier yang cemerlang, nama Syukur Iwantoro tercatat pernah bersinggungan dengan KPK dalam dua kasus besar.
- Pada tahun 2019, saat menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang putih. Kasus ini menjerat eks anggota Komisi VI DPR RI, I Nyoman Dhamantra. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami kewenangan dan prosedur impor di lingkungan Kementan.
- Sebelumnya, pada tahun 2013, ketika masih menjabat Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, ia juga pernah diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan impor daging sapi. Kasus tersebut melibatkan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman.
Dalam kedua kasus tersebut, Syukur Iwantoro berstatus sebagai saksi, bukan tersangka. Namun, fakta bahwa mertua Dwi Sasetyaningtyas adalah pejabat tinggi yang pernah diperiksa KPK cukup mengejutkan publik, terutama jika dikaitkan dengan narasi “hidup susah” yang sempat disampaikan oleh Tyas.
Hingga berita ini diturunkan pada Jumat, 21 Februari 2026, belum ada tanggapan resmi dari Dwi Sasetyaningtyas maupun pihak keluarga mengenai temuan warganet tersebut. Publik masih terus memperbincangkan kompleksitas kontroversi ini.
