Tim riset Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menguji dominasinya di panggung maritim internasional. Pemegang enam gelar juara dunia ini secara resmi meluncurkan kapal otonom terbarunya, Nala Ares Mark II, di Plaza dr Angka ITS pada Jumat (6/2/2026).
Kapal berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut dijadwalkan bertolak ke Florida, Amerika Serikat, untuk berlaga dalam International RoboBoat Competition (IRC) 2026. Barunastra ITS mengusung misi mempertahankan takhta sekaligus membuktikan keunggulan teknologi Indonesia di hadapan universitas elit dunia seperti MIT dan Georgia Tech.
Inovasi Lintas Disiplin untuk Daya Saing Global
Direktur Kemahasiswaan ITS, Nur Syahroni, menyatakan bahwa Nala Ares Mark II merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin ilmu yang bertujuan melatih daya saing mahasiswa di level internasional. “Kami berharap Barunastra kembali membawa prestasi yang membanggakan, tidak hanya untuk almamater, tetapi sebagai representasi kekuatan inovasi Indonesia di mata dunia,” ujarnya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, IRC 2026 mengusung tema Storm Response and Disaster Relief. Tantangan ini dijawab dengan penyematan teknologi navigasi otonom yang jauh lebih kompleks pada Nala Ares Mark II.
Teknologi AI untuk Misi Mandiri
Dosen Pembina Tim Barunastra, Rudy Dikairono, menjelaskan bahwa kapal ini dibekali sensor suara dan sistem penembakan bola berbasis GPS. Namun, inti kekuatannya terletak pada integrasi sistem AI yang mampu mengambil keputusan mandiri dalam kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
“Kapal ini memiliki kemampuan navigasi penuh tanpa kendali manusia, termasuk menghindari rintangan secara real-time dan menjalankan misi simulasi bencana secara mandiri,” kata Rudy menjelaskan keunggulan teknis yang dikembangkan selama setahun terakhir tersebut.
Ketua Tim Barunastra ITS, Davin Abhinaya, menambahkan bahwa timnya memasang sistem kamera ganda di bagian depan dan belakang. Teknologi ini dikombinasikan dengan LiDAR (Light Detection and Ranging) untuk memetakan pola rintangan dengan akurasi tinggi. “Inovasi ini kami siapkan khusus untuk menuntaskan enam misi utama dalam kompetisi nanti,” jelas Davin.
Potensi Aplikasi untuk Tanggap Bencana di Indonesia
Selain fokus pada kompetisi, pengembangan teknologi Autonomous Surface Vessel (ASV) ini juga dirancang dengan mempertimbangkan aplikasi praktis bagi Indonesia. Mengingat geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau, kapal otonom seperti Nala Ares Mark II diproyeksikan mampu membantu operasi tanggap darurat dan bantuan bencana di wilayah perairan yang sulit dijangkau.
Perjalanan tim yang beranggotakan enam mahasiswa ini di Florida akan berlangsung pada 19-24 Februari mendatang. Dukungan dari berbagai mitra industri dan institusi menjadi bahan bakar bagi tim Barunastra untuk membidik gelar juara umum ketujuh kalinya dalam sejarah IRC.
