PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Makassar menggelar rangkaian pelatihan pengolahan limbah organik dan anorganik di sejumlah sekolah di Kota Makassar. Program ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini di kalangan pelajar, demikian dilaporkan pada Senin, 01 Juni 2026.
Kegiatan kolaboratif ini merupakan respons terhadap peningkatan timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang. Selain itu, inisiatif ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan serta poin 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pelatihan Pengolahan Limbah Organik di SMA Negeri 17 Makassar
Rangkaian pelatihan dimulai di SMA Negeri 17 Makassar, melibatkan sekitar 360 siswa. Shift Supervisor II HSSE Pertamina IT Makassar, Panji Trinayu Hermawan, membuka kegiatan tersebut dan mengajak para siswa untuk mulai membangun kepedulian terhadap pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.
Materi pelatihan kemudian dilanjutkan oleh tim Biourban yang dibawakan oleh Al Alif. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada metode pengolahan limbah organik menjadi maggot dan pupuk. Mereka juga diajak memahami potensi limbah rumah tangga yang dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi lingkungan.
Sebagai bentuk implementasi langsung, benih tanaman dan pupuk turut dibagikan kepada peserta untuk digunakan di rumah masing-masing. Kepala SMA Negeri 17 Makassar, Asmar Achmad, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan berharap edukasi lingkungan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Edukasi Daur Ulang Plastik di MTs Negeri 1 Makassar
Kegiatan berlanjut di MTs Negeri 1 Makassar dengan fokus edukasi pengolahan limbah anorganik, khususnya daur ulang plastik. Bersama tim Berdaur.id, para siswa mendapatkan materi mengenai pemanfaatan limbah plastik, sekaligus praktik langsung membuat gantungan kunci dari tutup botol dan kemasan plastik bekas.
Kepala MTs Negeri 1 Makassar menyampaikan bahwa sekolah telah memiliki duta lingkungan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak gerakan pengelolaan sampah di lingkungan madrasah.
Pertamina Dorong Inisiatif Kreatif Lingkungan
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa edukasi lingkungan di sekolah menjadi bagian penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dini agar generasi muda memiliki kepedulian dan keterampilan dalam mengelola limbah di lingkungan sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, Pertamina ingin mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif kreatif yang memberi dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Lilik.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, termasuk saat sesi praktik dan pembagian doorprize bagi siswa aktif. Pertamina IT Makassar berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang lebih peduli lingkungan serta kreatif dalam mengelola limbah di kehidupan sehari-hari.
