Sapi asal Kota Bima kembali menjadi primadona di pasar nasional menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Hingga pertengahan Mei, sebanyak 2.009 ekor ternak telah dikirim ke luar daerah, memenuhi sekitar 60 persen dari total kuota yang ditetapkan Gubernur NTB. Tingginya permintaan ini menunjukkan kualitas sapi Bima yang diakui secara luas.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bima, Abdul Najir, menjelaskan bahwa dari 2.009 ekor sapi yang telah didistribusikan, 905 ekor atau 45 persen dipasarkan ke wilayah Jabodetabek. Sementara itu, 1.104 ekor atau 55 persen sisanya dikirim ke Kalimantan. “Kuota tahun ini juga naik dibanding tahun lalu,” ujar Najir pada Selasa (12/5/2026).

Najir menambahkan, minat konsumen yang tinggi terhadap Sapi Bima tidak terlepas dari kualitas dagingnya yang padat dan rendah lemak. Kondisi ini, menurutnya, dipengaruhi oleh pola pemeliharaan ternak yang sebagian besar dilepas di kawasan penggembalaan alami. “Dua hal itu yang menjadi daya tarik konsumen di luar daerah untuk membeli Sapi Bima. Dan itu terbukti, dari belasan ribu yang dikirim jelang Idul Adha tidak pernah satupun yang tidak laku hampir setiap tahun,” tegasnya.

Proses pengiriman ternak dilakukan melalui jalur darat dan tol laut. Najir memastikan bahwa sejauh ini distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti. “Pengirimannya menggunakan jalur darat dan tol laut. Sejauh ini belum ada kendala yang signifikan saat proses pengiriman,” tambahnya.

Sebelum dikirim, Dinas Pertanian Kota Bima menerbitkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang kemudian diajukan ke pemerintah provinsi untuk persetujuan izin pengeluaran ternak. Seluruh hewan ternak juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, maupun penyakit Septicaemia Epizootica (SE). “Sebelum dikirim hewan wajib pemeriksaan PMK, antraks dan pemeriksaan SE,” pungkas Najir.