Polresta Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi pelanggaran penyaluran dan memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Bio Solar, selama bulan suci Ramadan.

Tim Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo menyisir SPBU secara acak, memeriksa proses pengisian BBM kepada konsumen serta mengecek ketersediaan stok Pertalite dan Solar di tangki penyimpanan. Meskipun tidak ditemukan praktik kecurangan atau pelanggaran hukum, petugas mendapati adanya keluhan dari pihak pengelola terkait pembatasan pasokan Bio Solar.

Pengelola SPBU Lebo, Toni, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menghadapi keterbatasan permintaan stok untuk jenis Bio Solar. Ia menjelaskan bahwa Pertamina menerapkan kebijakan pembatasan pengiriman harian yang berujung pada seringnya kekosongan stok di lapangan. “Kita per harinya harus 8 ribu liter per hari. Lebih dari itu tidak boleh,” kata Toni kepada petugas di lokasi. Kondisi ini menyebabkan SPBU kerap kehabisan stok sebelum hari berganti, mengingat tingginya permintaan Solar dari masyarakat selama masa Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Deckha Rian Embar, menegaskan bahwa kepolisian akan terus memantau pergerakan distribusi BBM. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan maupun penyalahgunaan subsidi. “Kami melakukan pemeriksaan ke SPBU yang ada di wilayah Sidoarjo untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan memantau ketersediaan stok selama Ramadan,” ujar Iptu Deckha.

Berdasarkan hasil pemantauan menyeluruh di wilayah Sidoarjo, pihak kepolisian dan pengelola SPBU menyatakan bahwa secara umum stok BBM bersubsidi untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan masih dalam kategori aman. Namun, pembatasan pasokan pada jenis Bio Solar tetap menjadi perhatian utama.