Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menegaskan dukungannya terhadap peningkatan status pembangunan Desa Doulan, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol. Desa tersebut ditargetkan beralih dari kategori desa maju menjadi desa mandiri.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sulteng, Ihsan Basir, menjelaskan bahwa Desa Doulan dipilih sebagai lokus intervensi peningkatan status indeks desa karena dinilai telah memenuhi sebagian besar kriteria desa mandiri. Kriteria penilaian tersebut mencakup dimensi sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, kebutuhan dasar, hingga tata kelola pemerintahan desa.
“Jadi desa Doulan dipilih sebagai lokus peningkatan status indeks desa karena sudah memenuhi sebagian besar kriteria desa mandiri,” kata Ihsan Basir saat berkunjung ke Desa Doulan, Minggu, 24 Mei 2026.
Menurut Ihsan, Desa Doulan memiliki kriteria yang sudah mendekati desa mandiri. Hanya dimensi tata kelola yang masih sedikit di bawah standar, namun hal itu dapat diperbaiki melalui penginputan data kembali. “Desa Doulan memiliki kriteria yang sudah mendekati desa mandiri hanya pada dimensi tata kelola yang sedikit di bawah tetapi itu bisa diperbaiki melalui penginputan data kembali sehingga Doulan sudah pantas menjadi desa mandiri,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah desa dapat segera melakukan pembenahan dan melengkapi seluruh data indikator agar pada penilaian berikutnya status Desa Doulan dapat meningkat menjadi desa mandiri.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas PMD Kabupaten Buol, Arfandi A. Wehantow, menyatakan pihaknya akan segera melakukan pendampingan intensif kepada aparat Desa Doulan. Pendampingan ini bertujuan untuk memenuhi seluruh parameter yang dibutuhkan dalam penilaian indeks desa.
“Pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan untuk pemenuhan persyaratan atau parameter-parameter yang dibutuhkan dalam peningkatan indeks desa mandiri,” kata Arfandi.
Arfandi menuturkan, saat ini terdapat sejumlah indikator yang masih dalam proses pemenuhan di Desa Doulan, termasuk aspek tata kelola dan keberadaan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang masih terbatas, serta beberapa indikator pendukung lainnya.
“Tentunya tinggal beberapa persen lagi Desa Doulan sudah bisa beralih status menjadi desa mandiri,” katanya, optimistis.
