Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Pati, Ndholo Kusumo, yang menjadi tersangka kasus pemerkosaan puluhan santriwati, berhasil ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah. Penangkapan dilakukan pada Kamis (7/5) pukul 04.00 WIB setelah tersangka buron selama beberapa hari.

Ndholo Kusumo ditangkap di tempat persembunyiannya di Daerah Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Ia digiring oleh belasan petugas gabungan dari Polresta Pati dan Jalantras Polda Jawa Tengah dalam kondisi tangan terborgol tali, mengenakan baju batik dan jaket kulit hitam.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, menjelaskan bahwa tersangka sempat menjalani pemeriksaan singkat di Polsek Purwantoro sebelum dibawa ke Pati. “Setelah kami tangkap, selanjutnya tersangka kita bawa ke Polresta Pati untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan pencabulan santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo tersebut,” ujar Dika pada Kamis (7/5).

Rute Pelarian Tersangka

Dika mengungkapkan, Ndholo Kusumo melarikan diri ke sejumlah daerah setelah ditetapkan sebagai tersangka pemerkosaan santriwati di Ponpes Pati pada 28 April 2026. Tersangka bahkan tidak dapat dihubungi oleh kuasa hukum maupun keluarganya, dan mangkir dari pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin (4/5).

Selama pelariannya, tersangka berpindah-pindah kota untuk menghindari proses hukum. Ia diketahui bersembunyi di Kudus, Bogor, Jakarta, Solo, sebelum akhirnya tertangkap di Wonogiri.

Dugaan Adanya Pihak Lain

Polisi menduga Ndholo Kusumo tidak sendirian selama pelarian. Ada pihak lain yang diduga menemani dan membantu tersangka. “Nanti kita periksa lebih lanjut,” imbuh Dika, mengindikasikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk mengusut keterlibatan pihak lain.