Gelandang Persib Bandung Marc Klok mengajukan banding resmi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait kartu kuning kontroversial yang diterimanya. Keputusan ini diambil setelah Klok terancam absen dalam laga krusial penentuan juara BRI Super League 2025/26 melawan Persijap Jepara pada Kamis, 21 Mei 2026.
Klok dipastikan tidak bisa memperkuat Maung Bandung dalam pertandingan terakhir musim ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akibat akumulasi kartu kuning. Kartu kuning ketujuh yang didapatnya saat menghadapi PSM Makassar pekan lalu menjadi pemicu absennya sang kapten.
Pemain naturalisasi itu mengungkapkan kekecewaan mendalam atas situasi ini, terutama mengingat pentingnya laga tersebut bagi ambisi Persib meraih gelar juara Liga Indonesia ketiga kalinya secara beruntun. “Pertama-tama, saya sedih tidak bisa bermain. Saya pikir kartu kuning yang saya dapat itu tidak fair di pertandingan terakhir. Saya cuma mau ambil bola, mereka teriak-teriak sangat tidak baik,” ujar Klok di Bandung, Kamis (21/5).
Merasa keputusan wasit tidak adil, Klok berharap bandingnya dikabulkan agar ia bisa tetap tampil di hadapan puluhan ribu Bobotoh. “Saya minta untuk banding keputusan ini. Saya sangat sedih, semoga bisa dihapus kartu kuning itu,” lanjutnya.
Absennya Klok, sebagai kapten tim, tentu menjadi kerugian besar bagi Persib. Laga penentuan ini tidak hanya krusial untuk perebutan gelar, tetapi juga menjadi ajang balas dendam setelah Persijap, tim promosi, sempat mengalahkan Persib 2-1 di Jepara pada putaran pertama.
