Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, Aprina Lingkeh, menyoroti belum optimalnya upaya penanganan stunting di daerah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Donggala pada triwulan I tahun 2026 mencapai 17,53 persen, angka yang masih berada di atas target nasional sebesar 14,4 persen pada 2029 mendatang.

Aprina menjelaskan, berbagai intervensi telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Donggala, namun masih menghadapi sejumlah tantangan. “Jadi berbagai intervensi terus dilakukan tapi masih ada tantangan seperti cakupan layanan dan perubahan perilaku masyarakat setempat,” kata Aprina saat dihubungi awak media di Banawa, Kamis, 7 Mei 2026.

Tantangan Pemantauan Balita

Salah satu kendala utama yang diidentifikasi adalah belum optimalnya pemantauan balita. Berdasarkan data Sigizi Kesga per 3 Mei 2026, cakupan penimbangan balita baru mencapai 76,2 persen dari total sasaran.

Kondisi ini, menurut Aprina, berdampak signifikan terhadap akurasi data dan efektivitas program. “Pada intinya ini berdampak pada akurasi data sekaligus efektivitas intervensi, karena masih ada balita yang belum terpantau secara menyeluruh,” sebutnya.

Strategi Intervensi Lintas Sektor

Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala mendorong penguatan intervensi spesifik untuk mengatasi masalah stunting. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan distribusi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, serta kampanye konsumsi pangan bergizi.

Aprina menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor dalam implementasi strategi ini. “Jadi langkah ini harus didukung dengan pendekatan lintas sektor, termasuk integrasi program berbasis masyarakat dan peningkatan peran kader dalam mendampingi keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mengoptimalkan intervensi sensitif melalui penyediaan air bersih dan sanitasi layak guna memperbaiki kualitas lingkungan kesehatan masyarakat. “Harapannya ke depan melalui strategi yang lebih terarah dan berbasis data sehingga upaya penurunan stunting di Kabupaten Donggala dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Aprina.

Sebagai informasi, target prevalensi stunting di Kabupaten Donggala pada 2026 ditetapkan sebesar 24,3 persen. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dari prevalensi stunting pada tahun 2025 yang mencapai 29,6 persen.