Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kolonodale. Kegiatan yang dibuka pada Sabtu, 9 Mei 2026 ini menandai tonggak penting bagi peningkatan kualitas jurnalis di wilayah tersebut.

Bupati Morut Apresiasi Kolaborasi dan Peran Pers

Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, secara resmi membuka UKW tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis, sekaligus menegakkan kode etik jurnalistik.

Delis J Hehi menegaskan bahwa pewarta memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan mendukung pembangunan daerah. “Pemerintah tidak takut dikritik. Sepanjang kritik itu objektif berdasarkan data dan fakta, justru menjadi masukan penting bagi kami dalam mengambil keputusan dan mengevaluasi jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Menurutnya, media massa memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas daerah dan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Oleh karena itu, kompetensi seorang pewarta sangat penting dalam menjalankan tugasnya. Peningkatan kompetensi melalui UKW telah dilegitimasi oleh Dewan Pers untuk memastikan insan pers semakin profesional dan berintegritas.

“Peran media sangat menentukan arah pembangunan. Banyak masukan dari wartawan melalui pemberitaan yang menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah (pemda) dalam melihat persoalan di lapangan,” tambah Delis. Ia juga mengapresiasi kemitraan baik yang terjalin antara Pemkab Morut dan insan pers, yang turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

UKW Perdana di Morowali Utara

Ketua PWI Sulawesi Tengah, Tri Putra Toana, menyatakan bahwa pelaksanaan UKW di Morowali Utara ini merupakan tonggak penting bagi perkembangan dunia pers di wilayah tersebut. “Ini pertama kalinya UKW dilaksanakan di Morowali Utara sejak daerah ini berdiri. Kami sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan kepala daerah terhadap insan pers dan PWI, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” tuturnya.

Tri Putra Toana menekankan bahwa PWI lahir sebagai bagian dari perjuangan bangsa dan memiliki tanggung jawab moral menjaga kualitas informasi di tengah masyarakat. “Wartawan bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga agen perubahan. Maka kompetensi, integritas, dan tanggung jawab moral menjadi hal utama dalam profesi,” kata dia.

Uji Kompetensi Wartawan ini berlangsung selama dua hari, mulai 8 hingga 9 Mei 2026. Sebanyak 12 peserta mengikuti UKW ini, berasal dari Kabupaten Morowali Utara, Poso, dan Parigi Moutong. Para peserta terbagi dalam tiga kelas, yaitu dua kelas jenjang muda dan satu kelas jenjang madya.