Aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi menunjukkan geliat signifikan sepanjang tahun lalu hingga awal 2026. PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Jambi melaporkan lonjakan arus barang atau throughput sebesar 30 persen pada tahun 2025. Capaian ini menjadi indikator positif bagi percepatan distribusi komoditas unggulan dan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Sumatera.

Data operasional PTP Nonpetikemas Cabang Jambi menunjukkan volume kargo mencapai 1,55 juta ton/m³ pada akhir 2025. Angka ini melonjak tajam dari capaian tahun sebelumnya yang berada di angka 1,19 juta ton/m³. Tren penguatan tersebut berlanjut pada Triwulan I 2026 dengan realisasi sebesar 388,7 ribu ton/m³, atau tumbuh 3,81 persen secara tahunan (year on year).

Peningkatan Efisiensi Operasional

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Jambi, Romi Hasbeni, menjelaskan bahwa kenaikan volume ini merupakan hasil dari perbaikan layanan dan sinergi yang erat dengan para pelaku usaha. “Pencapaian positif ini mencerminkan tingginya kepercayaan pemilik barang terhadap layanan kami. Kami terus memacu produktivitas agar distribusi barang di lapangan semakin lancar,” ujar Romi dalam keterangan resminya, Rabu (6/5/2026).

Salah satu indikator utama keberhasilan pelabuhan ini terlihat pada kecepatan bongkar muat atau Ton Ship Day (TSD). Untuk kategori curah kering, efisiensi waktu meningkat 14 persen, dari 1.663 menjadi 1.896 TSD. Percepatan ini memberikan dampak langsung pada penghematan biaya logistik bagi dunia usaha. Semakin singkat waktu kapal bersandar di dermaga, semakin rendah biaya operasional yang ditanggung pengusaha, yang pada akhirnya dapat membantu menjaga stabilitas harga barang di tingkat konsumen.

Secara komposisi muatan, curah cair mendominasi dengan total 1,23 juta ton. Sementara itu, komoditas dalam kemasan karung (bag cargo) mencatat pertumbuhan agresif di awal tahun ini, naik dari 48,3 ribu ton menjadi 72,9 ribu ton.

Dukungan Infrastruktur Pelabuhan

Keandalan logistik Jambi saat ini bertumpu pada dua titik operasional utama, yaitu Pelabuhan Talang Duku dan Pelabuhan Muara Sabak. Di Talang Duku, PTP mengandalkan dermaga sepanjang 281,9 meter serta lapangan penumpukan seluas 60.543 m² yang mampu menampung berbagai komoditas seperti batubara dan alat berat.

Di sisi lain, Pelabuhan Muara Sabak diposisikan sebagai pintu keluar-masuk yang efisien. Pelabuhan ini didukung oleh fasilitas conveyor dan excavator yang secara signifikan mempercepat perpindahan barang dari kapal ke gudang maupun sebaliknya. “Kami berkomitmen menjaga keandalan fasilitas pelabuhan. Kedepannya, PTP Nonpetikemas Jambi akan terus mengambil peran aktif dalam memperkuat ekosistem logistik nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Romi.