Di tengah hiruk-pikuk keberangkatan jemaah haji di Embarkasi Padang, Minggu (3/5), terselip sebuah kisah inspiratif tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya. Robi Purnama, seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kini tengah memikul misi mulia mendampingi sang ayah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Perjalanan spiritual Robi ini merupakan buah dari kesabaran dan pengabdian panjang. Sejatinya, Robi yang mendaftar haji pada tahun 2019 baru dijadwalkan berangkat pada tahun 2044. Namun, melalui kebijakan penggabungan mahram, ia mendapat kesempatan istimewa untuk berangkat lebih awal demi mendampingi ayahnya.

“Alhamdulillah, saya bisa mendampingi papa. Ini bukan menggantikan ibu, tetapi mendampingi beliau dengan porsi penggabungan mahram,” ujar Robi dengan nada haru saat ditemui di Embarkasi Padang.

Gaji Pertama untuk Wujudkan Impian Haji Orangtua

Kisah heroik ini bermula pada tahun 2012, saat Robi pertama kali diterima sebagai anggota Polri di Polda Sumut. Pada momen penting tersebut, alih-alih menggunakan gaji pertamanya untuk kebutuhan pribadi, ia justru memilih langkah mulia dengan mendaftarkan kedua orang tuanya untuk berhaji.

“Alhamdulillah, gaji pertama saya gunakan untuk mendaftarkan orangtua. Ini yang bisa saya berikan sebagai bentuk pengabdian,” kenangnya.

Bagi Robi, memprioritaskan ibadah orang tua jauh lebih berharga daripada aset duniawi lainnya. “Kalau rumah hanya untuk dunia. Haji ini untuk dunia dan akhirat,” tegas polisi yang pernah bertugas di Kepulauan Mentawai pada tahun 2013 sebelum akhirnya dimutasi ke Sawahlunto pada tahun 2015 hingga sekarang.

Duka Mendalam di Balik Keberangkatan Suci

Meski diliputi rasa syukur atas kesempatan ini, terselip kesedihan mendalam di hati Robi. Sang ibunda, yang didaftarkannya sejak tahun 2012, wafat pada tahun 2019 sebelum sempat menginjakkan kaki di Mekkah. Keberangkatannya kali ini pun menjadi momentum untuk melangitkan doa bagi almarhumah.

“Saya ingin mendoakan ibu agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya lirih.

Selama proses di embarkasi, Robi mengaku tidak menemui kendala berarti dalam merawat ayahnya. Baginya, menjaga orang tua merupakan rutinitas keseharian yang sudah menjadi kewajiban mutlak. Ia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kesigapan petugas Embarkasi Padang dalam melayani jemaah lansia.

“Bapak saya langsung difasilitasi kursi roda. Makanan juga diantar ke kamar. Petugas sangat membantu,” kata personel yang kini bertugas di Polsek Sawahlunto tersebut.

Jiwa Pelayan Masyarakat di Tanah Suci

Jiwa pelayan masyarakat sebagai anggota Polri tetap melekat pada diri Robi, bahkan saat ia sedang menjalankan ibadah personal. Ia menyatakan kesiapannya untuk membantu jemaah haji lain yang membutuhkan pertolongan selama berada di Tanah Suci.

“Kalau ada yang butuh bantuan, insya Allah saya bantu semampunya,” pungkasnya.

Kisah Robi Purnama menjadi pengingat bahwa di balik seragam aparat, terdapat sosok anak yang menempatkan bakti kepada orang tua di atas segalanya. Perjalanan hajinya tahun ini menjadi simbol nyata bahwa kasih sayang anak bisa menjadi jembatan bagi orang tua menuju Baitullah.