Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), memastikan seluruh destinasi wisata di Labuan Bajo dan sekitarnya telah siap menerima kunjungan wisatawan. Kesiapan ini menjadikan Labuan Bajo sebagai pilihan utama untuk mengisi liburan Idulfitri 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah BPOLBF melakukan kegiatan monitoring intensif pada 15–16 Maret 2026 di sejumlah destinasi unggulan Kabupaten Manggarai Barat. Peninjauan ini mencakup destinasi daratan dan kawasan Taman Nasional Komodo.

Destinasi Darat dan Laut Penuhi Standar

Dalam peninjauan destinasi daratan, BPOLBF memeriksa Gua Batu Cermin dan Gua Rangko. Hasil monitoring menunjukkan bahwa fasilitas wisata, aksesibilitas, kebersihan kawasan, serta kesiapan pengelola berada dalam kondisi optimal untuk menyambut peningkatan kunjungan wisatawan selama periode libur Lebaran.

Monitoring kemudian dilanjutkan di kawasan Taman Nasional Komodo, meliputi Pulau Padar, Pink Beach, dan Loh Liang. Destinasi-destinasi ini dinilai telah memenuhi standar kesiapan dari sisi pengelolaan, fasilitas pengunjung, hingga sistem pelayanan wisata yang ada.

Posko Lebaran dan Kawasan Kuliner Turut Dipantau

Selain destinasi utama, BPOLBF juga meninjau Posko Lebaran yang diaktivasi oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo di kawasan Marina Labuan Bajo. Posko serupa di bandara oleh Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Komodo juga menjadi fokus pemantauan.

Keberadaan posko-posko ini dianggap krusial untuk memastikan kelancaran mobilitas wisatawan dan masyarakat selama periode libur Idulfitri. Peninjauan turut mencakup kawasan kuliner Kampung Ujung yang kini semakin tertata sebagai pusat aktivitas wisata malam, mendukung pengalaman wisata yang lebih lengkap.

BPOLBF: Labuan Bajo Layak Jadi Pilihan Utama

Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menegaskan bahwa seluruh destinasi yang dikunjungi berada dalam kondisi siap dan layak menjadi pilihan wisata selama libur Lebaran.

“Secara umum, seluruh destinasi wisata di Labuan Bajo dan Manggarai Barat siap menerima wisatawan. Tidak hanya siap, tetapi juga layak menjadi destinasi pilihan untuk aktivasi liburan Idulfitri 2026, dengan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Andhy Marpaung.

Marpaung menambahkan, kegiatan monitoring ini juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan para pelaku pariwisata. Dialog tersebut bertujuan menyerap masukan serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menyambut Idulfitri.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci. Dari hasil diskusi, terlihat optimisme pelaku wisata cukup tinggi, dengan komitmen bersama untuk menjaga kualitas layanan selama periode libur Lebaran,” tambahnya.

Kesiapan Matang, Tantangan Konsistensi Pelayanan

Hasil monitoring BPOLBF menggarisbawahi kesiapan Labuan Bajo yang semakin matang sebagai destinasi super prioritas. Seluruh destinasi yang ditinjau tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga menunjukkan peningkatan dalam tata kelola dan kualitas layanan.

Kawasan Taman Nasional Komodo tetap menjadi daya tarik utama dengan pengelolaan berbasis konservasi yang semakin terjaga. Sementara itu, destinasi daratan dan kawasan penunjang seperti Kampung Ujung menawarkan alternatif aktivitas wisata yang lebih beragam.

Dengan kesiapan yang merata di berbagai titik, Labuan Bajo memiliki daya saing kuat sebagai destinasi liburan Idulfitri. Tantangan ke depan terletak pada konsistensi pelayanan saat puncak kunjungan, terutama dalam pengelolaan kapasitas wisatawan dan kebersihan kawasan. Namun secara keseluruhan, Labuan Bajo dinilai tidak hanya siap menerima lonjakan wisatawan, tetapi juga layak dipilih sebagai destinasi utama untuk menghabiskan libur Lebaran 2026 dengan pengalaman wisata yang berkualitas.