Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengembangan industri halal berbasis potensi lokal. Melalui program kurasi chef halal dan penguatan talenta kuliner daerah, BI Tasikmalaya berupaya membuka peluang bagi pelaku kuliner lokal untuk bersaing di tingkat regional hingga internasional.

Program ini merupakan bagian dari persiapan menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan digagas bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Barat. Salah satu fokus utamanya adalah pembentukan zona kuliner halal khas di Kabupaten Ciamis.

Kepala Unit Pelaksana Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Indah Ratiwi, menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem halal tidak hanya cukup melalui sertifikasi produk. “Festival Ekonomi Syariah akan menjaring talenta kuliner halal terbaik dari berbagai daerah melalui kurasi chef halal,” ujar Indah Ratiwi, Selasa (19/5), menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kuliner.

Berbagai Kategori Peserta

Kompetisi kurasi chef halal ini melibatkan berbagai kategori peserta, mulai dari chef profesional, kalangan pesantren, akademisi, hingga pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang kuliner. Khusus di Ciamis, keterlibatan siswa SMK menjadi perhatian karena dinilai mampu menghadirkan kreativitas baru dalam pengolahan makanan halal berkualitas.

“Di Kabupaten Ciamis, pelajar SMK bidang kuliner ikut menampilkan kreativitas mengolah sajian halal yang berkualitas,” tambah Indah Ratiwi. Langkah ini sekaligus menjadi strategi regenerasi pelaku industri kuliner halal, mengingat potensi besar generasi muda dalam menciptakan inovasi makanan berbasis kearifan lokal yang mampu bersaing di pasar global.

Pengembangan sektor kuliner halal dinilai semakin penting di tengah pertumbuhan industri halal dunia yang terus meningkat. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, memiliki peluang besar menjadi pemain utama industri halal global, termasuk dari sektor makanan dan minuman.

Ajang Pembinaan Talenta Lokal

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi program yang digagas Bank Indonesia Tasikmalaya ini. Menurutnya, program tersebut tidak sekadar ajang kompetisi memasak, tetapi juga menjadi ruang pembinaan bagi talenta kuliner lokal agar naik kelas. “Kami mengapresiasi Bank Indonesia Tasikmalaya yang menghadirkan program luar biasa untuk pengembangan UMKM kuliner halal sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” ujar Herdiat.

Ia menambahkan, berbagai sajian kuliner khas daerah yang ditampilkan peserta, khususnya dari kalangan SMK, menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Herdiat menilai sektor kuliner kini menjadi salah satu pintu penting dalam memperkenalkan identitas daerah. “Perkembangan industri kuliner membuka peluang besar bagi daerah untuk memperkenalkan identitas lokal melalui produk makanan,” katanya.

Peluncuran Kawasan Kuliner Halal

Sebagai bentuk keseriusan mengembangkan ekosistem halal, Pemerintah Kabupaten Ciamis juga tengah menyiapkan peluncuran kawasan kuliner halal pertama di Jawa Barat yang berada di jalur non-tol. Kawasan tersebut direncanakan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 pada Juni mendatang.

Keberadaan zona kuliner halal diharapkan menjadi pusat promosi produk UMKM lokal sekaligus memperkuat citra Ciamis sebagai salah satu daerah pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Selain itu, ajang kurasi chef halal yang digelar Bank Indonesia Tasikmalaya akan membuka jalan bagi peserta terbaik untuk tampil di level lebih tinggi.

Peserta dari berbagai kabupaten dan kota di wilayah kerja BI Tasikmalaya nantinya akan diseleksi untuk mewakili regional Pulau Jawa sebelum berpeluang tampil di tingkat internasional. Herdiat berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM mampu melahirkan generasi muda kreatif di sektor kuliner halal. “Kami berharap lahir generasi muda kreatif di bidang kuliner yang tidak hanya mampu mengangkat potensi lokal, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global,” pungkasnya.