SIDOARJO – Batalyon Infanteri 3 Marinir (Yonif 3 Marinir) atau yang dikenal dengan julukan “Hiu Petarung” menggelar latihan intensif di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, Sidoarjo, pada Senin (30/03/2026). Latihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan prajurit dalam menghadapi medan peperangan modern yang menuntut adaptasi teknologi.
Dalam sesi latihan krusial ini, para prajurit digembleng dengan berbagai materi berat. Fokus utama meliputi Gerakan Maju Untuk Kontak (GMUK), ketangkasan dalam dril mortir 81 mm, serta navigasi udara menggunakan teknologi drone. Kombinasi taktik konvensional dengan instrumen modern ini menjadi elemen vital untuk memenangkan pertempuran di era digital.
Komandan Yonif 3 Marinir Tekankan Kesiapan Tempur
Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, memantau langsung jalannya latihan. Ia memastikan setiap prajurit memiliki standar kemampuan yang seragam dan siap menghadapi situasi darurat di lapangan.
“Kami menggembleng kecakapan prajurit agar mereka selalu sigap menjalankan setiap perintah komando secara maksimal. Latihan ini adalah investasi untuk memastikan kesiapan tempur satuan tetap berada di level tertinggi,” ujar Letkol Marinir Iskandar Muda saat ditemui di lokasi latihan.
Materi GMUK secara khusus melatih kecepatan reaksi prajurit saat berhadapan dengan musuh secara mendadak. Sementara itu, penggunaan drone dalam simulasi memberikan wawasan baru mengenai pentingnya data visual real-time sebelum melancarkan serangan mortir.
Melalui program pembinaan satuan yang terukur ini, Yonif 3 Marinir berupaya mencetak prajurit yang adaptif dan profesional. Diharapkan, kesiapan tempur ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah dinamika konflik masa depan.
