BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) bergerak cepat mengevakuasi ribuan warga yang terdampak banjir di Dusun Balongrejo, Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Tim BPBD menerjunkan perahu karet, tenda pengungsi, serta personel untuk membantu proses evakuasi warga yang terisolasi akibat genangan air.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menyatakan bahwa evakuasi mendesak dilakukan karena banjir belum surut. “Banjir belum surut warga harus dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, sudah kami kirim tenda dan bantuan lainnya,” kata Gatot di Surabaya, Kamis (26/3).
Dukungan Logistik dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
Selain peralatan evakuasi, BPBD Jatim juga menyalurkan berbagai bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para korban. Bantuan tersebut meliputi:
- Biskuit minimanis: 3.600 pack
- Biskuit klepon: 3.600 pack
- Biskuit marie: 2.565 pack
- Biskuit malkist: 900 pack
- Pakaian anak (kidswear): 100 paket
- Makanan tambah gizi koktail: 360 kaleng
- Makanan tambah gizi kacang hijau: 360 kaleng
- Perlengkapan makanan: 50 paket
- Makanan siap saji nasi opor: 240 kaleng
- Makanan siap saji nasi kare: 240 kaleng
- Makanan siap saji nasi goreng: 240 kaleng
Gatot menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jatim sebetulnya telah mengantisipasi cuaca ekstrem selama masa Lebaran sesuai arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Antisipasi dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 10 hari dengan 22 sortie. Namun, keterbatasan jumlah sortie menyebabkan tidak semua daerah dapat tertangani, termasuk hujan deras di Pasuruan.
“Semoga hari ini potensi hujan di Pasuruan bisa tertangani, agar banjir yang terjadi disini bisa segera surut. Karena penyebab hujan di Pasuruan ini akibat intensitas hujan yang tinggi,” harap Gatot.
Kondisi Lapangan dan Peringatan Warga
Untuk mencapai Dusun Balongrejo, tim evakuasi dan rombongan harus menggunakan perahu warga melintasi persawahan yang telah terendam banjir. Jalur perahu ini memang menjadi sarana utama aktivitas warga untuk keluar masuk dusun.
Kepala Desa Kedungringin, Wagiyono, didampingi Kepala Dusun setempat, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan kejadian sebelumnya. “Dibanding banjir-banjir sebelumnya, banjir ini memang yang paling besar,” ujarnya.
Wagiyono mengimbau warga terdampak untuk segera mematikan aliran listrik di area yang terendam banjir guna menghindari risiko korsleting dan sengatan listrik.
Tinjauan Pemerintah dan Harapan Kajian Teknis
Wakil Bupati Pasuruan, HM Shobih Asrori, meninjau langsung lokasi banjir dan menjelaskan bahwa genangan air ini merupakan dampak dari cuaca ekstrem serta intensitas hujan tinggi yang terjadi pada Selasa (24/3/2026). “Peninjauan yang kami lakukan ini sebagai bentuk perhatian pemerintah, baik dari provinsi maupun Kabupaten Pasuruan, untuk setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak,” terang Shobih.
Shobih juga berharap adanya kajian teknis yang komprehensif untuk mengetahui penyebab pasti banjir yang kerap melanda Kecamatan Beji setiap tahunnya. “Banjir yang terjadi saat ini menjadi yang terbesar dibanding banjir-banjir sebelumnya,” tegasnya, mengulang pernyataan Kades Wagiyono.
Sebagai bentuk pelayanan dan perhatian kepada warga, saat ini telah didirikan shelter dapur umum di tiga lokasi, yaitu di Kecamatan Rejoso, Winongan, dan Bangil. Selain di kecamatan tersebut, banjir juga melanda Kecamatan Grati, Gondangwetan, Gempol, dan Pohjentrek di Kabupaten Pasuruan.
