Di tengah hiruk pikuk perayaan Idul Fitri yang identik dengan ketupat dan opor ayam, masyarakat di Tulungagung, Jawa Timur, memiliki tradisi kuliner unik yang tak kalah meriah. Usai menunaikan ibadah Salat Id, hidangan Ayam Lodho menjadi santapan wajib yang dinikmati bersama, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Trenggalek.
Salah satu desa yang teguh melestarikan tradisi ini adalah Desa Gandong, Kecamatan Bandung. Setiap keluarga di desa tersebut secara turun-temurun membawa satu ekor Ayam Lodho lengkap dengan nasi gurih ke masjid sebelum Salat Id dimulai. Setelah pelaksanaan salat rampung, panitia masjid sigap membagi-bagikan Ayam Lodho tersebut dalam bungkusan-bungkusan kecil kepada seluruh jemaah. Momen kebersamaan pun tercipta saat mereka menyantap hidangan lezat itu di serambi masjid.
Ayam Lodho: Cita Rasa Khas yang Eratkan Silaturahmi
Ayam Lodho sendiri merupakan kuliner khas yang populer di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Sekilas, hidangan ini mungkin menyerupai kare karena dimasak menggunakan santan kental. Namun, yang membedakannya adalah proses pengolahan ayam yang dibakar terlebih dahulu sebelum dimasak dengan campuran bumbu dan aneka rempah pilihan. Proses pembakaran ini memberikan aroma dan cita rasa khas yang mendalam, semakin nikmat saat disantap bersama nasi gurih.
Tradisi membawa Ayam Lodho ke masjid ini telah berlangsung sejak lama. Usai Salat Id, perwakilan jemaah bergotong royong mempersiapkan hidangan ini. Mereka membagi rata Ayam Lodho dan Nasi Gurih yang dibawa oleh tiap keluarga untuk dibagikan kepada seluruh jemaah. Setelah khutbah dan sesi bersalaman, kehangatan semakin terasa saat mereka menikmati kuliner Ayam Lodho bersama-sama di halaman masjid.
Ahmad Maki, salah seorang tokoh masyarakat Desa Gandong, menjelaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual makan-makan biasa. “Ini merupakan syukuran warga dan menjadi tradisi setiap menunaikan Salat Id, baik idul fitri maupun idul adha,” ujarnya pada Sabtu (21/3/2026). Ia menambahkan, tradisi ini juga menjadi sarana ampuh untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah antarwarga, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di hari raya.
