Tim Aston Martin F1 menghadapi akhir pekan yang mengecewakan di Grand Prix China 2026 setelah kedua mobilnya gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Internasional Shanghai, Minggu (15/3). Fernando Alonso, pembalap andalan mereka, terpaksa menghentikan lajunya lebih awal akibat getaran ekstrem pada mesin Honda yang membuatnya kesulitan mengendalikan mobil.
Insiden yang menimpa Alonso ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Aston Martin pada awal musim Formula 1 2026. Rekan setimnya, Lance Stroll, juga gagal finis setelah mengalami masalah pada sistem baterai mobilnya.
Getaran Mesin Bikin Alonso Kehilangan Sensasi
Fernando Alonso mengungkapkan bahwa tingkat getaran pada mobilnya meningkat drastis saat balapan memasuki pertengahan lomba. Kondisi ini mulai terasa antara lap 20 hingga lap 35, ketika ia mulai kehilangan sensasi pada tangan dan kakinya.
“Tingkat getaran hari ini sangat tinggi. Dari lap 20 sampai 35 saya mulai kesulitan merasakan tangan dan kaki saya,” ujar Alonso kepada media. Situasi tersebut membuatnya menyadari bahwa melanjutkan balapan kemungkinan tidak akan memberikan hasil berarti.
Saat itu, Alonso juga sudah tertinggal satu lap dari pemimpin lomba dan berada di posisi paling belakang. “Kami sudah tertinggal satu lap dan berada di posisi terakhir, jadi mungkin tidak ada gunanya melanjutkan,” tambahnya. Akhirnya, tim memutuskan untuk menghentikan balapan Alonso demi menghindari risiko lebih lanjut.
Masalah Lama pada Power Unit Honda
Gangguan yang dialami Alonso diduga berkaitan dengan unit tenaga yang dipasok oleh Honda. Sejak uji coba pramusim, mesin Honda memang diketahui mengalami masalah getaran cukup serius. Beberapa langkah perbaikan telah dilakukan, namun menurut Alonso, solusi tersebut masih bersifat sementara.
Salah satu cara yang dilakukan tim adalah menurunkan putaran mesin (RPM) agar getaran berkurang. Namun, pendekatan ini tidak selalu efektif dalam kondisi balapan. “Beberapa langkah yang kami lakukan sebenarnya bersifat artifisial, seperti menurunkan RPM mesin agar getaran berkurang,” jelas Alonso.
Dalam situasi balapan, pembalap tetap harus menggunakan RPM tinggi untuk menyalip atau mengisi ulang energi sistem hibrida, yang membuat getaran kembali meningkat.
Aston Martin Gagal Finis dengan Dua Mobil
Akhir pekan buruk Aston Martin tidak hanya dialami Alonso. Rekan setimnya, Lance Stroll, juga gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami masalah pada sistem baterai mobilnya. Akibat dua masalah teknis tersebut, Aston Martin menjadi salah satu tim yang pulang dari Shanghai tanpa hasil signifikan.
Meski demikian, Alonso mengakui bahwa start balapan sebenarnya berjalan cukup baik bagi mobil Aston Martin. “Start balapan selalu menyenangkan. Mobil kami tampaknya cukup bagus saat start,” katanya. Namun, setelah lap pertama, persaingan menurutnya berubah menjadi apa yang ia sebut sebagai “kejuaraan manajemen baterai”, di mana pengelolaan energi menjadi faktor kunci performa mobil.
Aston Martin Minta Waktu untuk Perbaikan
Menjelang seri berikutnya di Japanese Grand Prix, Alonso meminta semua pihak memberi waktu kepada Honda untuk menemukan akar masalah getaran mesin tersebut. Ia menilai jarak waktu antara seri pembuka musim di Australia dan GP China terlalu singkat untuk melakukan perubahan besar pada unit tenaga.
“Dari Australia ke China hanya ada lima hari, jadi mesinnya pada dasarnya masih sama,” ujar Alonso. Dengan jeda sekitar dua minggu menuju balapan berikutnya, tim berharap Honda dapat melakukan pengujian lebih mendalam di fasilitas dyno guna mengidentifikasi sumber getaran yang terjadi pada mesin.
Candaan Stroll Jelang Balapan di Jepang
Menjelang balapan di Jepang yang merupakan kandang bagi Honda, Lance Stroll bahkan sempat melontarkan candaan terkait situasi yang dihadapi timnya. Ketika ditanya mengenai peluang Aston Martin pada seri tersebut, ia hanya menjawab singkat: “Doakan saja kami.”
Komentar tersebut mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi Aston Martin, yang berharap masalah teknis pada mesin dapat segera teratasi sebelum memasuki seri-seri berikutnya musim ini.
