Video viral yang menampilkan dugaan kekerasan antara seorang ibu tiri dan anak tirinya di sebuah kebun sawit, dengan judul ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Part 2’, kembali menggemparkan jagat maya pada awal Maret 2026. Rekaman yang menunjukkan eskalasi konflik ini memicu gelombang kecaman dari warganet dan mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak.
Kejadian yang diduga kuat berlangsung di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, kini telah masuk dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian setempat. Video ‘Part 2’ ini menjadi sorotan setelah ‘Part 1’ yang beredar pada akhir 2025 juga sempat viral, menampilkan pertengkaran verbal antara kedua belah pihak.
Kronologi Konflik dan Reaksi Warganet
Dalam video ‘Part 1’ yang beredar sebelumnya, terlihat seorang perempuan dewasa yang diidentifikasi sebagai ibu tiri (inisial A) terlibat adu mulut dengan remaja perempuan (inisial B), anak tirinya, di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit. Konflik tersebut diduga bermula dari masalah warisan dan perlakuan tidak adil yang diterima anak tiri setelah ibu kandungnya meninggal dunia.
Eskalasi terjadi pada ‘Part 2’ yang muncul awal Maret 2026. Rekaman tersebut memperlihatkan Ibu A melakukan dorongan dan tarikan fisik terhadap Anak B, disertai ancaman verbal yang lebih keras. Ekspresi ketakutan yang jelas terlihat pada wajah Anak B dalam video tersebut sontak memicu kemarahan dan simpati luas dari warganet. Tagar #SaveAnakTiriSeruyan bahkan sempat menjadi trending topic di berbagai platform media sosial, menuntut keadilan bagi korban.
Polres Seruyan Turun Tangan Selidiki Dugaan KDRT
Menanggapi laporan dan desakan publik, Polres Seruyan telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga Anak B pada 10 Maret 2026. Kasus ini kini ditangani serius oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Seruyan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini.
Kasat Reskrim Polres Seruyan, AKP Rio Pratama, dalam keterangannya menyatakan,
