JAKARTA – Pengguna platform media sosial X (sebelumnya Twitter) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya jebakan tautan video viral yang berpotensi membahayakan data pribadi. Salah satu modus terbaru yang sedang beredar luas adalah tautan video dengan narasi sensasional “ibu tiri”, yang disinyalir merupakan upaya phishing atau penyebaran malware.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingatkan bahwa modus semacam ini kerap memanfaatkan rasa penasaran publik terhadap isu-isu yang sedang hangat atau kontroversial. “Para pelaku kejahatan siber selalu mencari celah untuk mengeksploitasi psikologi pengguna. Judul-judul provokatif seperti ‘video viral ibu tiri’ adalah umpan yang sangat efektif untuk memancing klik,” ujar Alfons, Jumat (14/3/2026).
Modus Operandi dan Ancaman yang Mengintai
Jebakan tautan ini biasanya disebarkan melalui akun-akun palsu atau akun yang telah diretas, seringkali dengan menyertakan cuplikan gambar atau teks yang memancing rasa ingin tahu. Ketika pengguna mengklik tautan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang menyerupai platform media sosial atau situs berita. Di sana, korban mungkin diminta untuk memasukkan kredensial akun mereka, mengunduh aplikasi mencurigakan, atau bahkan memberikan izin akses ke data pribadi.
Ancaman yang ditimbulkan dari jebakan ini sangat beragam. Mulai dari pencurian nama pengguna dan kata sandi, yang berujung pada peretasan akun media sosial atau email, hingga penyebaran malware yang dapat merusak perangkat atau mencuri data sensitif seperti informasi perbankan. Dalam beberapa kasus, data pribadi yang dicuri dapat disalahgunakan untuk penipuan identitas atau dijual di pasar gelap.
Tips Aman Berselancar di X dan Media Sosial Lainnya
Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati sebelum mengklik tautan yang mencurigakan. Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Verifikasi Sumber: Selalu periksa keaslian akun atau pengirim tautan. Hindari mengklik tautan dari akun yang tidak dikenal atau terlihat mencurigakan.
- Jangan Tergiur Judul Sensasional: Berhati-hatilah terhadap judul yang terlalu provokatif atau menjanjikan informasi eksklusif.
- Perhatikan URL: Sebelum mengklik, arahkan kursor ke tautan untuk melihat URL sebenarnya. Pastikan URL tersebut sah dan bukan merupakan domain yang aneh atau tidak dikenal.
- Gunakan Antivirus dan Perbarui Sistem: Pastikan perangkat Anda dilengkapi dengan perangkat lunak antivirus yang mutakhir dan sistem operasi yang selalu diperbarui untuk perlindungan maksimal.
- Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Fitur ini menambah lapisan keamanan pada akun Anda, sehingga meskipun kata sandi dicuri, akun tetap sulit diakses oleh pihak tidak bertanggung jawab.
- Laporkan: Jika menemukan tautan atau akun yang mencurigakan, segera laporkan ke pihak platform X atau otoritas terkait seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Peningkatan literasi digital menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang. Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, pengguna dapat berselancar di dunia maya dengan lebih aman dan nyaman.
