Persik Kediri kembali menelan pil pahit setelah takluk 2-1 dari tuan rumah Persis Solo dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim ini, Minggu (1/3/2026) malam. Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi skuad Macan Putih, memperpanjang daftar hasil minor mereka.
Ironisnya, Persik Kediri gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain yang mereka dapatkan di laga tersebut. Peluang emas dari titik putih pun tak mampu dieksekusi secara maksimal, menambah daftar penyesalan bagi tim asuhan Marcos Reina Torres.
Kekecewaan Mendalam Marcos Reina
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, tak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pertandingan. Ia secara terang-terangan menyebut performa timnya sebagai yang terburuk sejak dirinya menukangi Persik Kediri.
“Tim seperti kehilangan semangat dan energi. Ini merupakan laga terburuk semenjak saya datang menangani tim. Ke depan Persik Kediri harus bermain lebih cantik dan lebih bersemangat dari pada hari ini,” ujar Marcos usai pertandingan.
Menurut Marcos, tim sebenarnya telah berupaya bermain lepas dan menguasai permainan, sebuah strategi yang kerap berhasil di laga kandang maupun tandang. Namun, saat menghadapi Persis Solo, strategi tersebut belum sepenuhnya berjalan maksimal.
“Hari ini kita bermain tidak terlalu maksimal dan ini akan menjadi bahan evaluasi kami,” tambahnya, menegaskan perlunya perbaikan mendalam.
Terjebak di Papan Bawah dan Jadwal Padat
Kekalahan ini membuat Persik Kediri masih tertahan di papan bawah klasemen sementara, tepatnya di peringkat ke-12. Situasi semakin menantang mengingat jadwal pertandingan di bulan Maret yang cukup padat.
Macan Putih dijadwalkan akan menjamu PSBS Biak pada Kamis (5/3/2026) mendatang, sebelum melakoni laga tandang berat melawan Persib Bandung pada Senin (9/3/2026). Tim bertekad untuk meraih kemenangan di dua laga sisa tersebut demi mendongkrak posisi mereka di klasemen.
sumber gambar: jatimnow.com 