Sebuah video yang memperlihatkan tumpukan uang tunai di atas meja panjang, dihitung oleh puluhan karyawan, mendadak viral di berbagai platform media sosial pada Jumat, 27 Februari 2026. Kejadian ini sontak memicu rasa penasaran publik mengenai sosok di balik perusahaan Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. yang melakukan aksi dermawan tersebut.
Sosok yang menjadi perbincangan hangat tersebut adalah Cui Peijun, pendiri sekaligus pemilik utama Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. Namanya kini mencuat setelah perusahaannya membagikan bonus akhir tahun dengan total fantastis, mencapai 180 juta yuan atau setara dengan Rp441 miliar.
Detail Pembagian Bonus Fantastis
Pembagian bonus akhir tahun ini dilakukan secara tunai dan langsung di hadapan ribuan karyawan. Dari total keseluruhan bonus, sebanyak 60 juta yuan atau sekitar Rp147 miliar dibagikan secara langsung dalam sebuah acara gala dinner meriah yang diselenggarakan perusahaan pada 13 Februari 2026 lalu.
Profil Cui Peijun dan Henan Kuangshan Crane
Cui Peijun bukan sekadar pendiri biasa. Ia diketahui memegang mayoritas saham perusahaan yang sangat dominan, yakni sekitar 98,88 persen, menjadikannya pemegang kendali penuh atas kebijakan Henan Kuangshan Crane. Perusahaan ini sendiri didirikan pada September 2002, berawal dari bisnis keluarga sederhana di Kabupaten Changyuan, Provinsi Henan.
Kini, Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. telah bertransformasi menjadi salah satu pemimpin utama dalam industri derek atau crane di Tiongkok. Fokus layanan mereka mencakup produk material berat dengan jangkauan bisnis yang telah merambah lebih dari 130 negara.
Keberhasilan perusahaan ini juga tercermin dari total keuntungan yang berhasil diraih. Pada tahun 2025, Henan Kuangshan Crane Co., Ltd. dilaporkan mencetak keuntungan hingga 270 juta yuan, yang memungkinkan pembagian bonus fantastis kepada para pekerjanya.
Motivasi di Balik Kedermawanan
Cui Peijun secara terbuka menyatakan bahwa motivasi utama di balik pemberian bonus bernilai besar ini bukanlah untuk sekadar memamerkan kekayaan pribadinya. Ia mengungkapkan, “banyak pekerja muda saat ini yang sedang terbebani oleh tingginya biaya hipotek serta pinjaman mobil.” Pernyataan ini menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan karyawan di tengah tantangan ekonomi.
