Sebanyak 101 rumah warga Desa Curah Nongko, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini resmi menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penyambungan listrik baru ini terealisasi sejak Jumat, 9 Mei 2026, mengakhiri penantian panjang bagi masyarakat yang mayoritas merupakan pekerja PTPN I Regional 5 Afdeling Trate, Kebun Kalisanen Kotta Blater.

Kehadiran listrik ini menjadi salah satu upaya PTPN I Regional 5 dalam mendukung ketersediaan infrastruktur dasar bagi karyawan dan masyarakat di lingkungan perkebunan. Wilayah Afdeling Trate, yang berada di area perkebunan dengan akses geografis cukup menantang, selama ini menjadi salah satu kawasan yang sangat membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan.

Melalui koordinasi dan dukungan yang terus dibangun antara PTPN I Regional 5 bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ambulu, penyambungan listrik akhirnya terealisasi. Masyarakat kini dapat menikmati akses listrik yang lebih memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Penyalaan Perdana dan Apresiasi

Penyalaan perdana dilakukan secara simbolis oleh Camat Tempurejo, M. Najmul Huda, dalam seremoni sederhana. Acara tersebut diawali dengan santunan kepada anak-anak yatim dan lansia duafa sebagai bentuk kepedulian PTPN I kepada warga sekitar.

Turut hadir pada kesempatan itu, Manajer PTPN I Regional 5 Kebun Kalisanen Kotta Blater Tatang Setiawan, Kepala Desa Curah Nongko, dan para tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Najmul Huda menyatakan apresiasinya kepada PTPN I yang telah memfasilitasi infrastruktur dasar bagi warganya.

Menurut Najmul Huda, listrik adalah kebutuhan primer bagi masyarakat di zaman modern ini. Ia menyebut, keberadaan listrik yang memadai secara otomatis akan menaikkan kualitas hidup sehingga masa depan warga, terutama generasi penerus, akan jauh lebih baik.

“Inisiatif PTPN I Regional 5 yang tak kenal lelah ini adalah catatan sejarah yang akan dikenang oleh warga, terutama generasi mendatang. Dengan listrik yang cukup, kualitas hidup akan naik dan anak-anak kita tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi. Kepada masyarakat, pergunakan listrik ini dengan bijak,” kata Camat bergelar Magister Sains ini.

Dukungan untuk Kualitas Hidup dan Produktivitas

Senada, Manajer Kebun Kalisanen Kotta Blater Tatang Setiawan menyatakan penyambungan listrik tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan karyawan di lingkungan kebun. Dengan listrik yang terjamin, ia mengajak semua karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.

“Bagi kami, hadirnya listrik bukan hanya soal fasilitas, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa menjalani aktivitas dengan lebih baik. Kami berharap anak-anak dapat belajar lebih nyaman pada malam hari, aktivitas rumah tangga menjadi lebih lancar, dan masyarakat memiliki peluang untuk semakin berkembang,” kata Tatang.

Ungkapan syukur juga disampaikan Region Head PTPN I Regional 5 Subagiyo. Ia menegaskan, perusahaan tidak hanya berfokus pada operasional perkebunan, tetapi juga berupaya memastikan keberadaan perusahaan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

“PTPN I Regional 5 berupaya untuk tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kondisi lingkungan sekitar yang semakin baik. Karena itu, berbagai program sosial dan pembangunan akan terus kami dorong agar manfaat perusahaan benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” kata dia.

Program Keberlanjutan dan Harapan Baru

Sebagai bentuk keberlanjutan program kepedulian sosial perusahaan, direncanakan pada akhir Triwulan II tahun 2026 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PTPN I Regional 5 akan menyalurkan bantuan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 24 titik di kebun yang sama. Selain itu, dalam waktu dekat akan menyerahkan bantuan perbaikan jalan dan saluran air di Dusun Kombongan, Desa Pondokrejo, sepanjang 100 meter, untuk mengatasi persoalan banjir dan longsor.

Rasa suka cita kini terpancar dari kehidupan warga yang berada cukup jauh dari pusat keramaian itu. Sunoto (47), salah satu warga yang rumahnya termasuk dalam program sambungan listrik ini, mengaku sangat senang dengan perubahan yang terjadi.

“Selama ini memang ada listrik, tetapi kan dari genset (generator set). Jadi, sangat terbatas. Bahkan, kadang mau ngecas hp saja nunggu genset nyala dulu. Sekarang sudah ‘merdeka. Terima kasih PTPN I dan PLN. Akhirnya kami bisa ikut menikmati hasil pembangunan,” kata Sunoto.

Bagi warga Curah Nongko, malam kini tak lagi gelap. Cahaya yang menyala di rumah-rumah warga bukan sekadar aliran energi, melainkan simbol harapan baru bagi masyarakat untuk menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif.