Tiga peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung, pada Kamis (29/1/2026). Insiden tersebut menghanguskan total lahan seluas 4,5 hektare dalam satu hari.
Plt Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Dinas Satpol PP Bangka, Zalfika Ammya, memastikan bahwa seluruh titik api dari tiga kejadian tersebut berhasil dipadamkan. “Tiga karhutla ini dapat dipadamkan Anggota Pemadam Kebakaran dengan metode penyemprotan dan dengan cara manual ke lahan yang terbakar menggunakan armada 02,” ujar Zalfika pada Kamis (29/1/2026).
Peristiwa karhutla pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.05 WIB di Gang Bintang, Lingkungan Rambak, Kelurahan Jelitik, yang membakar lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pada malam harinya, dua karhutla lain terjadi hampir bersamaan sekitar pukul 19.30 WIB. Titik pertama berada di kawasan Puri Tri Agung, Pantai Tikus Emas, dengan luas lahan terbakar sekitar 1 hektare. Sementara itu, karhutla kedua terjadi di gerbang belakang Pantai Matras, menghanguskan lahan seluas 3 hektare.
Zalfika menambahkan, pada Jumat (30/1/2026) pagi, pihaknya juga menerima laporan dua karhutla baru yang sedang ditangani. “Hari ini juga kami barusan dapat laporan ada dua karhutla yang terjadi dan sedang ditangani oleh anggota di lapangan, kurang lebih ada 3 hektare juga yang terdampak,” jelasnya.
Dengan penambahan kejadian terbaru, total luas lahan yang terdampak karhutla di Kabupaten Bangka hingga Jumat (30/1/2026) mencapai 9,5 hektare. Mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang yang rawan memicu kebakaran, Zalfika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami terus menghimbau warga tidak bakar sampah sembarangan dan tidak buang putung rokok sembarangan, karena kondisi cuaca panas dan angin kencang ini rawan terjadinya karhutla,” tegas Zalfika.
