Hubungan baik antara Zack Lee dan Nafa Urbach tetap terjalin harmonis meski keduanya telah lama berpisah. Mantan pasangan suami istri ini dikenal tidak pernah terlibat konflik publik, terutama demi kepentingan putri semata wayang mereka, Mikha, yang kini beranjak remaja.
Zack Lee baru-baru ini membeberkan rahasia di balik kesuksesan pola asuh bersama (co-parenting) yang mereka jalani. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang harmonis menjadi kunci utama dalam menjaga dinamika keluarga mereka.
Harmoni Demi Mikha
Saat ditemui di kawasan Senayan pada Senin (9/2/2026), Zack Lee menceritakan kondisi hubungannya dengan Nafa Urbach. Ia memastikan bahwa keduanya tetap saling mendukung dalam peran masing-masing sebagai orang tua.
“Baik-baik sekali. Kemarin Nafa baru ulang tahun tanggal 15 Februari kemarin, hari Minggu. Ya aku sama Nafa baik-baik saja, very good. Dia hadir sebagai Ibu, aku hadir sebagai Bapak,” ujar Zack Lee.
Aktor berusia 41 tahun ini menambahkan, meskipun tidak lagi berstatus suami istri, komitmen mereka untuk Mikha tidak pernah pudar. “Walaupun kami tidak lagi bersama, tapi kami selalu bersama (untuk anak). Mikha juga selalu bersama kita. Kita hadir buat Mika,” jelasnya dengan penuh kehangatan.
Pembagian Peran Tanpa Kaku
Dalam hal pembagian tugas harian, Zack dan Nafa memilih metode yang fleksibel dan tidak kaku, menyesuaikan dengan jadwal kesibukan masing-masing. Zack secara khusus mengambil tanggung jawab penuh untuk memantau perkembangan pendidikan dan urusan sekolah sang buah hati.
“Go with the flow banget. Yang pasti urusan sekolah semua aku yang urus, sampai guru-gurunya apa segala macam. Nafa juga sibuk. Kita go with the flow saja. ‘Kamu ini ya, aku ini ya’, jadi nggak kaku. Mungkin keluarga lain ada yang harus dijadwal ya, kalau kita sama sekali nggak ada masalah,” papar Zack Lee.
Mendampingi Remaja dengan Hati
Menghadapi fase remaja Mikha, Zack Lee mengaku sangat menikmati setiap dinamika dan perubahan karakter yang dialami putrinya. Baginya, kunci utama dalam mendampingi anak remaja adalah kehadiran orang tua secara utuh dari sisi emosional.
“Seru! Karena perubahan hormon, perubahan ini-itu. Tapi buat aku yang paling penting, saya sebagai Bapak atau orang tua hadir di situ secara emosional. Jadi dia bebas berekspresi, bebas berpikir sama aku, tanpa aku hakimi atau aku potong ceritanya sebelum aku dengar semua,” tutur Zack Lee.
Ia menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi anak agar mereka merasa nyaman untuk berbagi cerita. “So she feels safe. Ketika dia merasa aman, dia bisa bercerita sama kita sebagai orang tua. Apa pun yang terjadi ke depan, dia akan lari ke kita dulu. Knowing that you are safe with us, whatever problem you have in the future, you come to us first,” pungkasnya.
