Jakarta, 17 April 2026 – Kejahatan siber dengan modus yang menyasar fitur berbagi menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang awal tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) secara terpisah telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Data terbaru dari BSSN mencatat peningkatan laporan insiden phishing terkait transaksi keuangan digital sebesar 45% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Modus operandi para pelaku semakin canggih, seringkali memanfaatkan teknik rekayasa sosial yang kompleks untuk menjerat korban.

Modus Operandi dan Kerugian Korban

Para pelaku kejahatan siber kerap menyebarkan tautan palsu melalui pesan instan atau media sosial, menyamar sebagai layanan pelanggan resmi atau menawarkan promo dan hadiah yang menggiurkan. Tautan tersebut akan mengarahkan korban ke situs web palsu yang menyerupai platform dompet digital atau perbankan, kemudian meminta data pribadi seperti PIN, OTP, atau kata sandi.

Selain itu, modus penipuan juga berkembang dengan penggunaan kode QR palsu yang diklaim untuk “top-up” atau “transfer” saldo. Korban yang tidak teliti akan memindai kode tersebut, yang justru mengarahkan dana ke rekening penipu. Kerugian yang dialami korban bervariasi, namun beberapa kasus tercatat mencapai puluhan juta rupiah per individu.

Peringatan dan Upaya Pencegahan

Menanggapi tren mengkhawatirkan ini, OJK mendesak masyarakat untuk selalu memverifikasi keaslian setiap tautan atau informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan transaksi keuangan. “Kami melihat peningkatan signifikan dalam laporan penipuan yang memanfaatkan fitur berbagi saldo digital. Masyarakat harus lebih waspada dan tidak mudah percaya pada tawaran yang terlalu menggiurkan,” ujar Kepala Departemen Pengawasan Perbankan Digital OJK, Sri Mulyani, pada Kamis (16/4).

Platform dompet digital terkemuka seperti GoPay, OVO, Dana, dan LinkAja juga telah memperkuat sistem keamanan mereka dan gencar melakukan edukasi kepada pengguna. Namun, BSSN menekankan bahwa serangan ini seringkali berasal dari jaringan terorganisir yang beroperasi lintas negara, sehingga literasi digital masyarakat menjadi benteng pertahanan utama.

Tips Keamanan Saldo Digital

  • Verifikasi Sumber: Selalu pastikan tautan atau pesan berasal dari sumber resmi.
  • Jangan Bagikan Data Pribadi: PIN, OTP, dan kata sandi adalah rahasia. Jangan pernah memberikannya kepada siapa pun.
  • Waspada Promo Palsu: Cek keaslian promo melalui situs atau aplikasi resmi penyedia layanan.
  • Gunakan Autentikasi Dua Faktor: Aktifkan fitur keamanan tambahan ini di semua akun digital Anda.
  • Perbarui Aplikasi: Pastikan aplikasi dompet digital Anda selalu dalam versi terbaru untuk mendapatkan perlindungan keamanan terkini.

Peningkatan kewaspadaan dan pemahaman akan modus kejahatan siber diharapkan dapat menekan angka korban penipuan berbagi saldo digital yang terus meningkat.