Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat serapan gabah yang signifikan dalam tiga bulan terakhir, mencapai hampir 20 ribu ton setara beras. Angka ini melonjak lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, bahkan memaksa Bulog untuk menyewa gudang tambahan guna menampung hasil serapan tahun 2026.

Kepala Perum Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengungkapkan bahwa sejak Januari hingga awal April 2026, serapan gabah telah mencapai sekitar 20 ribu ton setara beras. “Kalau di Kabupaten Tulungagung saja, totalnya sudah hampir 10 ribu ton, kalau serapan Cabang Tulungagung artinya termasuk wilayah kerja kami yang lain, totalnya sudah hampir 20 ribu ton atau 30 persen dari total target 64 ribu ton pada tahun 2026,” ujar Yonas pada Minggu (5/4/2026).

Wilayah kerja Perum Bulog Cabang Tulungagung meliputi Kabupaten Tulungagung, Kota dan Kabupaten Blitar, serta Kabupaten Trenggalek. Capaian serapan ini jauh melampaui periode yang sama di tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2025, total serapan dari empat wilayah kerja tersebut hanya mencapai 1.500 ton gabah setara beras.

Yonas menilai, keberhasilan serapan gabah ini tidak terlepas dari faktor cuaca yang mendukung para petani untuk memanen secara maksimal. “Cuacanya memang mendukung, karena siang dan sore jarang hujan dan baru terjadi hujan pada malam hari, sehingga petani bisa maksimal untuk memanen padi. Selain itu ada faktor lain seperti jadwal panen yang maju,” ungkapnya.

Selain itu, Yonas menambahkan bahwa hasil rendemen gabah yang diserap tahun ini juga lebih baik, menghasilkan kualitas beras yang bagus. Kualitas rendemen yang baik ini dipengaruhi oleh kadar air di bawah 30 persen.

Menjelang pelaksanaan panen raya tahun 2026, Perum Bulog Cabang Tulungagung optimistis dapat mencapai 70 persen dari total target 64 ribu ton serapan. Pada saat panen raya nanti, diharapkan serapan gabah bisa mencapai lebih dari 44 ribu ton.

“Karena faktor cuaca itu, serapan kami bisa lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik pula dibandingkan hasil serapan pada tahun 2025 kemarin. Target panen raya nanti kami bisa menyerap 70 persen dari total target,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan hasil serapan, Bulog telah menyewa gudang tambahan. Tiga lokasi gudang tambahan telah disediakan di wilayah Tulungagung, dua gudang di Kota dan Kabupaten Blitar, serta dua gudang di Kabupaten Trenggalek. “Kalau hanya mengandalkan gudang utama kami tidak bisa karena tidak cukup tentunya, sehingga kami menyewa gudang swasta dan memaksimalkan gudang milik mitra untuk menampung serapan gabah/padi pada tahun 2026,” pungkas Yonas.